811 views

Antisipasi Kemacetan Arus Balik Lebaran, Polri Terapkan One Way dan Contraflow

JAKARTA-LH: Puncak Arus Balik Lebaran diperkirakan akan terjadi pada tanggal 5 – 6 April 2025. Untuk antisipasi Kemacetan lalulintas maka pihak Polri akan melakukan tata kelola rekayasa lalu lintas mulai dari contraflow hingga one way.

Hal ini disampaikan oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. ” Arus balik yang rencana prediksinya itu tanggal 5 atau 6, tentunya kita harus melakukan langkah-langkah strategis dengan semua stakeholder kaitannya dengan tata kelola rekayasa lalu lintas ” pungkas Agus kepada para Awak Media (Rabu, 02/04/2025).

Menurut Irjen Agus, tahap pertama one way lokal pada 3 April mendatang akan dimulai dari Km 188 Tol Cipali hingga Km 70 Tol Cikampek. Strategi ini akan diperpanjang jika arus dari arah Trans Jawa yang mengarah ke Jakarta terus meningkat. ” Manakala masih ada bangkitan arus balik dari arah timur akan kami perpanjang tanggal 4 (April), kami perpanjang lagi one way lokal tahap dua dari (Tol) Pejagan sampai Km 188 ” tandasnya.

Strategi one way lokal bertahap ini, lanjut Irjen Agus, akan terus dilakukan hingga one way nasional pada puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 6 April mendatang. Dia menyebut one way lokal saat arus balik juga bisa dilakukan dari Km 414 Tol Kalikangkung. ” Tahapan itu diharapkan bisa menarik arus dari timur apabila di Km 414 ada bangkitan arus, nanti Jawa Tengah juga akan melakukan one way lokal pada tanggal 4 (April) termasuk tanggal 5 (April) ” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Irjen Agus mengatakan arus mudik Lebaran tahun ini telah terlewati dengan baik. Dia menyebut 82 persen pemudik telah meninggalkan Jakarta hingga malam ini. ” Dari proyeksi 2,1 juta sudah 82 persen yang sudah meninggalkan Jakarta sehingga hari ini masih 10 sampai 15 persen. Sampai saat ini dari Km 70 sampai Trans Jawa, Solo sampai Surabaya kondisi arus lalu lintas tol cukup terkendali ” paparnya.

Lebih lanjut Irjen Agus menjelaskan bahwa untuk contraflow, rencananya akan diterapkan dari KM 70 hingga KM 47 Tol Jakarta-Cikampek. Namun, jika volume kendaraan terus bertambah, maka akan diperpanjang hingga KM 36. (Dewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.