529 views

Pemilik Tambal Ban Berinisial MDD Diamankan Pihak Kepolisian Diduga Terkait Dengan Penemuan Mayat Di Jalinsum Berangir

LABUHANBATU-LH: Sosok mayat Laki-laki yang ditemukan di parit pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Simpang Badak Berangir, Desa Perkebunan Pernantian, Kecamatan Merbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) pada hari Jum’at (08/09/2023) yang lalu akhirnya terungkap dan teridentifikasi.

Jenazah mayat tersebut bernama Khairul Abdi Tarigan warga Rantau Prapat Labuhanbatu. ” Korban ditemukan Jumat (08/09/2023) sore kemarin. Awalnya korban tidak memiliki identitas alias MR X. Saat ini jenazah korban masih berada di rumah sakit. Dugaan awal pembunuhan, ada ditemukan luka koyak di bagian lehernya ” pungkas Kasi Humas Polres Labuhanbatu Iptu Parlando Napitupulu dikutip dari tribun-medan Minggu (10/09/2023).

Dari hasil investigasi dan pantauan wartawan liputanhukum.com, salah satu bengkel Tambal Ban di Jalinsum tidak jauh dari lokasi kejadian ditemukannya jenazah Khairul Abdi Tarigan, telah dipasang POLICE LINE.

Berangkat dari pemasangan Police Line tersebut, wartawan liputanhukum kemudian mencari tau siapa pemilik Bengkel Tambal Ban itu  dan kenapa dipasang Police Line ?

Berkat bantuan informasi dari warga sekitar, akhirnya wartawan liputanhukum.com berhasil ketemu dengan Istri pemilik Tambal Ban yang kebetulan didampingi Mertuanya dan familinya yang lain. Wanita itu mengaku bernama Ulfa dan Ibu Mertuanya (Ibu Kandung dari MDD) bernama Aisah.

Dari hasil konfirmasi dan atau klarifikasi dari Ulfa didapatkan informasi bahwa suaminya berisial MDD beberapa hari yang lalu telah dijemput Pihak Polres Labuhanbatu diduga terkait penemuan Jenazah Khairul Abdi Tarigan di parit Jalinsum. Hal ini dibuktikan dengan adanya Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP Kap/ 396/ IX/ RES.1.7./ 2023/ RESKRIM Tertanggal 09 September 2023 dan Surat Perintah Penahanan Nomor: SP Han/ 245/ IX/ RES.1.7/ 2023/ Reskrim Tertanggal 10 September 2023 yang ditunjukkan Ulfa Kepada wartawan liputanhukum.

Menurut pengakuan Ulfa, selama ini mereka sudah tiga kali kecurian seperti selang, drum walupun kemudian dikembalikan, dan gas. Selanjutnya, menurut cerita Ulfa, pada Rabu malam Kamis (06/09/2023), ada 2 sosok laki-laki yang mendatangi tempat usaha mereka dalam hal ini Tambal Ban yang dikelola suaminya berinisial MDD dan Warung Kopi yang dikelolanya sendiri sebagai istri.

“ Kejadiannya Rabu malam Kamis (06/09/2023-Red). Jamnya nya tak ingat lah aku. Yang pasti kan, habis shalat Magrib, makan, madi, duduk, baru pigi beli minyak dan rokok ke depan Masjid sana. Dari situ baru (Kembali) ke warung “ ujar Ulfa menceritakan (Rabu, 13/09/2023).

Selanjutnya, papar Ulfa, sekembalinya dari berbelanja pihaknya melihat ada dua orang laki-laki yang mengambil peralatan tambal ban dan lain-lain yang dimasukkan dua orang terduga pelaku itu ke dalam karung goni. “ Entah apa-apa isinya goni itu kan. Mereka berdua (Laki-laki) naik kreta (sepeda motor) warna hitam tak tau kreta apa namanya. Begitu kami datang mereka lari dan kami biarkan saja. Kretanya tinggal disini “ tandas Ulfa.

Sampai berita ini ditayangkan, wartawan liputanhukum.com belum berhasil melakukan konfirmasi dan atau klarifikasi terkait hal ini kepada Pihak Polres Labuhanbatu. Telah mencoba menghubungi WhatsApp Kasi Humas Polres Labuhanbatu namun masih centang satu. (Nafiah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.