445 views

Banding Ditolak, Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Final dan Mengikat

JAKARTA-LH: Permohonan Banding Irjend Ferdy Sambo atas putusan Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) komisi sidang kode etik terhadap dirinya, pada hari ini diputuskan oleh Perangkat Komisi Banding dengan keputusan menolak banding tersebut. Artinya, putusan ini sudah inkracht yakni final dan mengikat sehingga wajib dilaksanakan. Keputusan ini sekaligus menguatkan putusan sidang Komisi Kode Etik Polri sebelumnya. ” Menolak permohonan banding pemohon banding. Dua, menguatkan putusan sidang komisi kode etik polri, atas nama pelanggar Irjen Pol Ferdy Sambo ” pungkas Ketua Sidang Komisi Banding Komjen Agung Budi Maryoto membacakan putusan sidang banding Ferdy Sambo (Senin, 19/09/2022).

Komisi Banding juga menjatuhkan sanksi etika kepada Ferdy Sambo. ” Selanjutnya komisi banding menjatuhkan sanksi etika brupa perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela dan sanksi adminsitrafitf berupa PTDH sebagai anggota Polri ” tandas Komjend Agung.

Hasil Sidang Banding penghalangan proses hukum atau Obstruction of Justice Irjen Pol Ferdy Sambo ini disampaikan secara resmi oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri. “ Banding ini sifatnya final dan mengikat. Tidak ada lagi upaya hukum, ini upaya hukum yang terakhir ” ujar Irjen Dedi (19/09/2022).

Kadiv Humas Polri itu menjelaskan, Bila sidang rampung, maka Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) akan menindaklanjuti administrasi putusan sidang tersebut selama lima hari kerja. Dedi menegaskan upaya banding ini ialah langkah terakhir Sambo.

Dalam penyelidikan dan penyidikan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, ada tujuh polisi yang ditetapkan sebagai tersangka penghalangan proses penyidikan kasus kematian Yosua yakni Irjen Pol Ferdy Sambo, Brigjen Pol Hendra Kurniawan, Kombes Pol Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Ketujuh polisi itu diduga melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 dan Pasal 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

Konsekuensinya, Komisi Kode Etik memutuskan mereka diberhentikan tidak dengan hormat sebagai personel Polri, namum ketujuh pria itu memilih banding sebagai bentuk perlawanan putusan majelis. Dan sudah diputus bandingnya hari ini adalah Ferdy Sambo. ( Dessy/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.