1,083 views

Curah Hujan yang Sangat Tinggi Jalan Lintas Penghubung Antar Desa Tidak Bisa Dilewati

Warga : “dari dulu kalau musim hujan seharian pun nggak begitu meluapnya sungai Aek Buru….ini berawal  akibat dari orang -orang rakus perambah hutan”

LABURA-LH: Curah hujan yang sangat tinggi sekira Pukul 05.00 WIB sampai 10.30 WIB yang melanda Desa Batu Tunggal, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara sehingga luapan air yang sangat besar mengakibatkan banjir. Selain Desa Batu Tunggal, Desa lain yang terkena dampak akan banjir tersebut yakni Desa Padang Laut, Desa Pematang dan Desa-desa sekitarnya. Efeknya Jalan penghubung Lintas antar Desa dan beberapa Dusun tidak bisa dilewati kendaraan yang mengakibatkan masyarakat menjadi terganggu (Kamis, 18/08/2022).

Salah seorang warga mengungkapkan kekesalannya kepada liputanhukum.com bahwa dahulunya daerah tempat tinggal mereka jarang terjadi banjir,kalaupun tinggi volume air tidak sampai mengenangi Jalan. “ dari dulu kalau musim hujan seharian pun nggak begitu meluapnya sungai Aek Buru. Ini berawal akibat dari orang -orang rakus perambah hutan ” Cetus warga itu (Kamis, 18/08/2022).

Ditempat lokasi kebanjiran yang sama menyambung ucapan dari warga yang kesal itu, salah satu warga lainnya menuturkan “ mari kita doakan semoga orang-orang perambah hutan kena stroke semua, moga ini menjadi perhatian masyarakat khususnya masyarakat Labuhanbatu Utara untuk menjaga kelestarian alam dan kesimbangan alam di lingkungan kita ” tuturnya.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh liputanhukum.com sekira pukul 11.00 WIB perlahan-lahan luapan air yang menggenangi jalan sudah dapat dilewati oleh kenderaan yang akan lewat serta aktifitas masyarakat sudah normal kembali.

Gambaran secara umum banjir disebabkan oleh 2 faktor utama, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam yang menyebabkan terjadi banjir diantaranya curah hujan yang terlalu tinggi, berkurangnya daerah resapan air di kawasan hulu dan pendangkalan sungai akibat erosi. Semua tidak terlepas dari fungsi utama hutan sebagai pengendali daur air.

Banyak pengaruh-pengaruh penutupan hutan yang jelas terhadap fenomena iklim. Hutan berperan sebagai pengatur tata air, dimana sebagian curah hujan akan disimpan sebagai air tanah dan akan dikeluarkan saat musim kemarau, disamping dimanfaatkan sendiri oleh tumbuhan dalam metabolismenya. Bertambahnya debit sungai pada daerah aliran sungai yang ditebang, disebabkan oleh terhentinya transpirasi tumbuhan.

Ketebalan dan luasnya kanopi hutan, serta lantai hutan yang padat serta sistem perakaran yang dalam menentukan pengaruh besar terhadap air. Selain itu faktor manusia yang tidak peka terhadap lingkungan juga menjadi faktor penyebab terjadinya banjir. Kurangnya kesadaran akibat perambaan hutan serta bangunan illegal di daerah resapan serta Daerah Aliran Sungai dapat menjadi penyebab terjadinya banjir. (Supendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.