364 views

BANJIR TERBESAR 10 TAHUN TERAKHIR MENGEPUNG KARAWANG JAWA BARAT

KARAWANG-LH: Banjir yang terjadi sejak hari Sabtu (20/02/2021-Red) di Karawang tercatat sebagai banjir terbesar dan terparah paling tidak dalam kurun waktu 10 Tahun terakhir. Ketinggian genangan air ada yang mencapai 4 Meter. Untuk Hari Sabtu (20/02/2021-Red) saja, menurut data yang diperoleh dari Dandim 0605 Karawang Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo tercatat sebanyak 4.184 dari 1.075 KK Orang Pengungsi. Bencana Banjir ini telah merendam 34 Desa di 15 kecamatan di Karawang. Sebanyak 8.359 Rumah terendam. Sedangkan Warga yang terdampak sejumlah 28.329 orang dari 9.331 KK.

Diduga, penyebab utamanya banjir ini karena Tanggul Sungai Citarum Jebol. Selain itu, beberapa Sungai yang ada di Karawang juga meluap seperti Sungai, Sungai Cibeet, Sungai Cikereteg, dan Juga Sungai Cikaranggelam. Demi keamanan, PLN Karawang melakukan langkah pemadaman listrik sementara di sejumlah daerah yang terdampak banjir. Pemadaman listrik dilakukan antara lain di Desa Karangligar, Desa Purwadana, Sirnabaya, Karangpawitan, Perum Grand Taruma, Perumnas Telukjambe, Karaba, Perum Galuhmas, dan sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir Kabupaten Karawang mulai terjadi pada Pukul 10.00 WIB (Sabtu, 20/2021-Red). Pihak BPBD Kabupaten Karawang bersama TNI, Polri dan Organisasi Perangkat Daerah Terkait serta Sukarelawan dengan sikap membantu Evakuasi Warga di Lokasi Terdampak Banjir. BPBD juga mengoperasikan Dapur Umum untuk penyediaan kebutuhan Nutrisi Warga terdampak banjir.

BNPB juga telah memberikan dukungan berupa Pendampingan Pos Komando Penanganan Banjir, Bantuan Dana Siap Pakai sebesar Rp 250 juta, Masker 10.000 Buah, Selimut 80 Buah, dan Lampu Garam 300 Buah. Selain itu, BNPB juga mendukung 1 Perahu Karet dan 10 Buah Pelampung yang dibutuhkan saat evakuasi warga.

Pemerintah Kabupaten Karawang sebelumnya telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir terhitung 8-21 Februari 2021. ” Dengan kondisi saat ini, Pemerintah Daerah akan memperpanjang hingga 14 hari ke depan ” pungkas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam siaran tertulis BNPB (Minggu, 21/02/2021-Red).

Situasi terkini hari ini (Senin, 22/02/2021-Red), Banjir sudah mulai surut. Sebahagian Warga sudah ada yang kembali ke kediamannya, namun masih banyak yang berada di pengungsian. “ Saya lagi baberes barang-barang saya yang saya tinggal begitu saja sejak Sabtu kemarin. Ini masih se kaki airnya “ pungkas Rahma salah seorang Warga Karangpawitan (Senin, 22/02/2021-red).

“ Saya lagi mau coba-coba mau melihat rumah saya, tapi masih susah untuk akses masuk “ ujar Asep yang tinggal di Posko Penampungan (22/02/2021-Red).

Pengakuan Warga lainnya yang berhasil diwawancarai Wartawan LH (liputanhukum.com) menyampaikan bahwa menurut sepengetahuannya bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dalam kurun waktu 10 Tahun terakhir. “ Say amah asli orang sini, lahir disini. Seingat saya, minimal dalam kurun waktu 10 Tahun terakhir ini lah banjir terpara “ ungkap Bahdi Warga Perumnas Telukjambe (21/02/2021-Red).

Salah seorang yang mengaku Anak Kos yang tinggal di Teluk Jambe Timur yang sempat diwawancarai wartawan LH menyatakan bahwa dirinya hanya sempat menyelamatkan diri dan membawa pakaian dalam ditengah kepanikannya melihat banjir yang telah melanda tempatnya tinggal. “ Saat Saya pulang kerja sekitar Pukul 13.00 (Sabtu, 20/02/2021-Red) Kosan saya sudah Banjir. Air di kamar Saya sudah 1 Meteran. Padahal waktu berangkat kerja sekitar Pukul 7.00 WIB belum ada banjir. Ya udah, karena semua minta saya untuk mengungsi, ditengah kepanikan saat itu, saya hanya sempat membawa pakaian dalam aja “ tutur Wati salah satu Anak Kos yang turut terkena banjir sambil menunjukkan beberapa photo di Phone Cellnya (Senin, 22/02/2021-Red).

Akibat banjir ini, sempat akses terhadap berbagai pemukiman warga lumpuh total. Banjir yang terjadi sejak Sabtu Pagi sekitar Pukul 10.00 WIB ini, telah membuat Karawang lumpuh total paling tidak sampai Hari Minggu. Sementara hari ini (Senin, 22/02/2021-Red), tampak air sudah mulai surut. (Dewi/Red)

VIDEO TERKAIT:

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *