192 views

Wako Lubuklinggau Hadiri Pembukaan Munas IV APEKSI Di Istana Negara

LUBUKLINGGAU-LH: Wali Kota Lubuklinggau H. SN Prana Putra Sohe bersama Sejumlah Pejabat di Lingkungan Pemkot Lubuklinggau menghadiri Acara Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI di Istana Negara kompleks Istana Kepresidenan Jakarta (Kamis, 11/02/2021-Red).

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menekankan kepada Para Wali Kota harus mampu mengendalikan laju penyebaran Virus Covid-19.

Selain itu lanjut Presiden, perlu manajemen persiapan untuk percepatan vaksinasi. Ini yang baru dimulai sejak 13 Januari yang lalu (vaksinasi untuk nakes), tapi mulai minggu depan ini sudah mulai masuk ke Pelayan Publik yang sering berhubungan dengan masyarakat.

Masyarakat mungkin bisa dilakukan untuk yang interaksinya tinggi, mobilitasnya tinggi harus didahulukan, misalnya pasar, maupun di sektor-sektor jasa yang padat interaksinya. ” Bukan orang per orang karena kita ingin melakukan vaksinasi itu klaster, memagari, sehingga tercapai kekebalan komunal, tercapai herd immunity. Atau misalnya di kota ada mal ya sudah, para karyawan di mal langsung (divaksin) karena dia banyak sekali berhubungan dengan masyarakat ” jelas Jokowi.

Hal ketiga, adalah perbanyak program Padat Karya. Ini urusan dengan ekonomi. Program Padat Karya, bertujuan agar bisa memperkuat daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan konsumsi masyarakat. Dan, satu-satunya penggerak perekonomian masyarakat sekarang ini adalah belanja pemerintah, belanja APBN dan belanja APBD. ” Masyarakat di bawah harus diberikan penghasilan yang seluas-luasnya, diberikan pekerjaan yang seluas-luasnya ” ujar Presiden.

” Perbaikan saluran air/pembersihan saluran air di kota, lakukan dengan Padat Karya. Perbaikan puskesmas, perbaikan Posyandu, lakukan dengan Padat Karya. Perbaikan sekolah, lakukan dengan Padat Karya ” tambah Presiden lagi.

Terakhir yang keempat, tetap lanjutkan terus pemberian bantuan sosial, terutama Sembako kepada masyarakat lapisan bawah dan kelompok masyarakat bawah yang tidak bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari program Padat Karya, ini perlu dibantu dengan Bansos. (Awang/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *