423 views

Semak Belukar Menyelimuti Kebun Kelapa Sawit Panai Jaya Milik PTPN IV

LABUHANBATU-LH: Tanaman Kelapa Sawit di PTPN IV Unit Kebun Panai Jaya (PAJ) milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tampak diselimuti Semak Belukar alias tidak terawat. Hal ini terpantau oleh Wartawan liputanhukum.com (LH) ketika melewati area yang terletak di Afdeling (Afd) III Koleksi 15 Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara (Jum’at, 05/02/2021-Red). Anak Kayu Hutan dan Pakis-Pakis Hutan tumbuh subur mengelilingi dan tumbuh menyelimuti pohon sawit. Akibatnya, tanaman proses pertumbuhan dan hasil produksi kelapa sawit tentunya akan terganggu.

Diduga kondisi semak belukar Areal HGU Kebun Kelapa Sawit PTPN IV Kebun PAJ milik BUMN yang terletak di Kecamatan Panai Tengah itu telah lama dibiarkan. Sebab, tanaman liar tumbuh setinggi Orang Dewasa (1 – 2 Meter).

Selain semaknya Lokasi Areal Kebun Kelapa Sawit milik BUMN itu, Wartawan LH jadanya Tandan Buah Sawit (TBS) di lokasi tersebut yang tidak diangkat dimana kondisi buahnya sudah mulai membususk.menurut dugaan,masih banyak lagi lagi Janjangan Kelapa Sawit atau TBS yang bertinggalan karena tidak diangkat oleh Pihak Karyawan PTPN IV itu. Demikian pula kondisi jalan sungguh sangat memprihatinkan yang tentunya akan mengganggu sarana transportasi dalam pengangkutan produksi perkebunan. Belum dapat ditaksasi berapa kerugian Negara akibat kondisi ini.

Ketika hal ini dikonfirmasi dan atau diklarifikasi oleh Wartawan LH (Jum’at, 05/02/2021-Red) kepada Pihak Manajemen PTPN IV melalui Manager PTPN IV Kebun Panai Jaya Ismail via WhatsAppnya, sayangnya yang bersangkutan memilih bungkam alias tidak membalas pertanyaan Wartawan LH.

Begitu juga dengan Humas PTPN IV Kebun Panai Jaya Rusdianto saat dikonfirmasi dan atau diklarifikasi Wartawan LH (Jum’at, 05/02/2021-Red) tidak membalas pertanyaan melalui WhatsAppnya. Sehingga sampai berita ini ditayangkan, belum ada Pihak PTPN IV yang memberikan keterangan terkait kondisi yang cukup memprihatinkan ini. (Edy Syahputra Ritonga/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *