275 views

Ada 2 Versi Terkait Peristiwa Bentrok Di Jalan Tol Cikampek Yang Menewaskan 6 Orang Anggota FPI

JAKARTA-LH: Informasi terkait peristiwa yang terjadi di Jl Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Senin Dinihari Pukul 00.30 WIB (07/12/2020-Red) yang menewaskan 6 Orang terduga Anggota Laskar FPI paling tidak ada 2 Versi. Versi Pertama adalah Versi dari Pihak Polda Metro Jaya dan Versi Kedua adalah Versi dari Pihak DPP FPI.

Menurut Versi Polda Metro Jaya yang disampaikan langsung oleh Kapolda Irjen Pol bahwa secara kronologis Peristiwa itu bermula saat 6 Personil Polisi menyelidiki terkait Rencana Pengerahan Massa pada Pemeriksaan Rizieq Shihab yang dijadwalkan berlangsung Pukul 10.00 WIB hari ini (Senin, 07/12/2020-Red). Polisi mendapatkan informasi, akan ada pengerahan massa ke Polda Metro Jaya saat pemeriksaan tersebut.

Lebih lanjut Kapolda Irjen Fadil Imran menjelaskan, Anggota Kepolisian kemudian bertemu dengan kendaraan yang ditumpangi pengikut Rizieq Shihab di KM 50 Ruas Tol Jakarta-Cikampek sekitar Pukul 00.30 WIB (Senin Dinihari, 07/12/2020-Red) Kendaraan Petugas itu pun dipepet dan diserang. Baku tembak pun tak terhindarkan. Menurut Kapolda Metri Jaya, ada 10 Orang yang diduga Pengikut Rizieq Shihab di Mobil Tersebut.

Akibat baku tembak itu, 6 Orang diantaranya tewas. ” Kemudian diserang dengan menggunakan Senjata Api dan Sajam. Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan Tindakan Tegas dan Terukur sehingga terhadap kelompok yang Diduga Pengikut MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang berjumlah 10 orang itu ada 6 yang meninggal dunia ” pungkas Irjen Pol Fadil Imran dalam Konferensi Pers (Senin, 07/12/2020-Red).

Fadil Imran juga menjelaskan bahwa tidak ada Polisi yang terluka pada kejadian itu. ” Tidak ada Anggota yang terluka. Hanya kerugian materil kendaraan ” ujarnya.

SEMENTARA ITU, menurut Versi FPI melalui Pengacara FPI Sugito Atmo Prawirokata Sugito Atmo menyampaikan bukan FPI yang mendahului menyerang, justru pihaknya yang ditembaki. ” Kami tidak tahu siapa yang menembaki itu. Kami tak kenal. Namun, yang jelas sekarang yang meninggal 6 Orang. Pihak Kapolda dalam rilisnya menyatakan seakan ada peyerangan dari laskar FPI. Padahal tidak begitu, kami malah diserang ” ujar Sugito Atmo Prawirokata Sugito Atmo sebagaimana dilansir REPUBLIKA.CO.ID (Senin, 07/12/2020-Red).

Terkait Barang Bukti dari Pihak Kepolisian berupa pistol beserta peluru, Sugito membantah bila itu milik laskar FPI. ” Setahu saya, Laskar FPI tidak pernah ada dan tidak diperbolehkan punya pistol. Sekarang kok tiba-tiba ada barang bukti pistol itu, ada apa? Pistol siapa itu ” katanya.
Melihat ketidakpastian ini, Sugito kemudian mendesak agar segera dibentuk Tim Independen untuk mencari tahu kejelasan dari peristiwa tersebut. ”Jadi untuk objektivitas maka harus dibentuk Tim Idenpenden. Untuk memastikan siapa pelaku dan siapa yang memulai ” tegas Sugito.

Terkait peristiwa ini, DPP FPI telah membuat Pernyataan Pers yang dikirim ke berbagai Media Massa. Berikut kutipan lengkap Pernyataan Pers DPP FPI tersebut.

PERNYATAAN PERS TERKAIT PERISTIWA DI TOL DAN POSISI IB HRS

Bahwa benar ada peristiwa penghadangan, penembakan terhadap rombongan IB HRS dan keluarga serta penculikan terhadap 6 orang laskar pengawal IB. Peristiwa terjadi di dekat pintu Tol Kerawang Timur.

Bahwa semalam IB dengan keluarga termasuk cucu yg masih balita, akan menuju tempat acara pengajian subuh keluarga, sambil memulihkan kondisi.

Sekali lagi ini pengajian Subuh internal khusus keluarga inti.

Dalam perjalanan menuju lokasi pengajian Subuh keluarga tersebut, rombongan dihadang oleh preman OTK (yang kami duga kuat bagian dari operasi penguntitan dan untuk mencelakakan IB).

Para preman OTK yang bertugas operasi tersebut menghadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga.

Hingga saat ini para penghadang berhasil melakukan penembakan dan 1 mobil berisi 6 orang laskar masih hilang diculik oleh para preman OTK bertugas operasi.

Kami mohon do’a agar 1 mobil yg tertembak berisi 6 orang laskar yang diculik agar diberi keselamatan.

Dan mohon do’a juga IB HRS. Untuk lokasi IB HRS, demi alasan keamanan dan keselamatan beliau beserta keluarga, maka kami tidak bisa sebutkan.

Karena semalam jelas ada upaya penembakan terhadap rombongan beliau dan sampai saat ini masih 6 orang laskar yang hilang diculik.

Demikian pernyataan ini kami buat

Jakarta, 22 Rabiul Akhir 1442 H / 7 Desember 2020 M

Dewan Pimpinan Pusat – Front Pembela Islam

KH. Ahmad Shabri Lubis, S.Pd.I                                      H. Munarman, SH
                           Ketua Umum                                                        Sekretaris Umum               

(Fahdi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *