317 views

DIPERKIRAKAN PUNCAK COVID-19 DI INDONESIA 5-6 MINGGU KE DEPAN

JAKARTA-LH: Puncak Pandemi Covid-19 di Indonesia diperkirakan akan terjadi Pada Kurun Waktu Lima Minggu Hingga Enam Minggu Ke Depan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. ” Ada 18 Unit Alat Tes PCR yang bisa melakukan 9.000 Tes Per Hari sehingga reagen perlu kita upayakan maksimal karena Puncak (Pandemi) Di Indonesia 5-6 Minggu Yang Akan Datang. Gugus Tugas juga sudah menerima dari Swasta yang bekerja sama dengan BUMN dan dapat dukungan dari Menkes untuk memanfaatkan suatu pihak di Beijing Instutite yang akan Back-Up peningkatan PCR di Negara Kita ” pungkas Doni Monardo selesai Rapat Terbatas Kabinet melalui Konferensi Video di Jakarta (Senin, 13/04/2020-Red).

Untuk itu lanjut Doni, “ Pemerintah segera meningkatkan Alat Uji Tes Covid-19 Berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) beserta reagen untuk mendapatkan gambaran penyebaran korona yang lebih akurat “ tambahnya.

Masih menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu, bahwa terkait dengan Penambahan Laboratorium Uji PCR, Kementerian Riset dan Teknologi juga telah membantu Lembaga Biologi Molekuler Eijkman untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan. Selain itu lanjut Doni, beberapa lembaga swasta, juga akan berpartisipasi melakukan Tes PCR bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan BUMN.

Beberapa saat sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan untuk Dilakukan Percepatan Pemeriksaan Sampel Melalui Tes PCR melalui penambahan laboratorium untuk melakukan pengujian. Tes PCR secara lebih banyak dan penambahan laboratorium dibutuhkan untuk mengurangi antrean pemeriksaan sampel khususnya di daerah episentrum wabah covid-19. ” Saya mendapatkan laporan bahwa sekarang memang sudah diperbanyak untuk tempat lab-nya. Dulu hanya 3, sekarang sudah meloncat menjadi 29 Tempat dari 78 yang dipersiapkan ” kata Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas Melalui Konferensi Video dari Istana Merdeka, Jakarta (Senin, 13/04/2020-Red).

Sampai saat ini, Pengujian Untuk Covid-19 Melalui Metode PCR telah mencapai 26.500 sampel. Untuk mempercepat proses penanganan wabah, Presiden mengharapkan nantinya paling tidak dalam satu hari dapat dilakukan pemeriksaan dengan jumlah di atas 10.000 sampel. Pasalnya, Kementerian BUMN sudah mendatangkan 18 alat tes PCR untuk memperbanyak pengujian. ” Saya sangat menghargai Pengadaan 18 Buah Alat Tes PCR Cepat yang dilakukan oleh Kementerian BUMN yang minggu ini Saya kira 1 sampai 3 alat itu sudah bisa Di-Install. Sehari 1 alat bisa melakukan 500 Tes PCR. Berarti kalau 18 (alat) per hari bisa mengetes 9.000 sampel. Ini sangat baik ” ungkap Presiden.

Tercatat hingga Senin (13/04/2020-Red) paling tidak ada 4.557 Orang yang dinyatakan Positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) di seluruh Tanah Air. Lagi-lagi terjadi penambahan yang sangat signifikan dimana dalam 24 Jam terjadi penambahan 316 Orang dengan penambahan yang meninggal dunia sebanyak 26 Orang, sehingga Total yang sudah meninggal akibat Covid-19 di Indonesia sebesar 399 Orang.

Data ini diumumkan oleh Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi persnya di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jakarta (Senin, 13/04/2020-Red).

” Kita sudah menyaksikan penyebaran virus demikian cepat dan banyak. Ini gambaran nyata, aktivitas sosial belum dilakukan dengan baik. Mari bersama kita pahami, kita harus sadar, diantara keluarga masyarakat ada yang rentan terinfeksi, terpapar oleh virus “ ujar Yurianto.

Sementara untuk seluruh Dunia, update data Per Hari ini (Selasa, 14/04/2020-Red) sudah tercatat 119.403 Orang Meninggal Dunia, dan 1,9 Juta dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona (Covid-19). (Dessy/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.