332 views

Pidato Perdana Presiden Jokowi: “Mimpi Kita” Di Tahun 2045 Indonesia Telah Menjadi Negara Maju Dengan Pendapatan Rp 27 Juta Per Kapita Per Bulan

JAKARTA-LH: Pada Sidang MPR-RI dengan Agenda Tunggal Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024 yang dilaksanakan di Gedung MPR RI hari Minggu (20/10/2019-Red) berjalan lancar dan hikmad sesuai rencana. Setelah selesai pengambilan Sumpah Presiden dan Wakil Presiden, sebelum Acara Penutupan Doa, maka MPR-RI memberi kesempatan kepada Ir. H. Joko Widodo untuk memberikan Pidato Perdananya yang disiarkan secara langsung oleh Media Televisi dan Saluran Media Elekronik Lainnya ke seluruh penjuru tanah air.

Dalam pembukaan Pidato Pertamanya, Presiden menyampaikan “mimpinya” (harapannya-Red) agar di Tahun 2045, disaat Indonesia sudah 100 Tahun Merdeka, Indonesia Telah Menjadi Negara Maju Dengan Pendapatan Perkapita Rp 27 Juta Per Bulan.  ” Mimpi kita, cita-cita kita di tahun 2045, pada satu abad Indonesia merdeka, mestinya, insyaallah, Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp 320 juta per kapita per tahun atau Rp 27 juta per kapita per bulan. Itulah target kita. Target kita bersama,” pungkas Jokowi di pembukaan Pidato Perdananya di hadapan Sidang Umum MPR-RI (Minggu, 20/10/2019-Red).

Presiden Jokowi melanjutkan lewat Pidato Perdananya bahwa Mimpi RI pada 2045 nanti dimana Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai USD 7 triliun. Dengan angka itu  Indonesia sudah masuk 5 besar Ekonomi Dunia dengan Kemiskinan Mendekati Nol Persen. Indonesia harus mampu sampai ke titik itu. ” Kita sudah hitung, sudah kalkulasi, target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai. Namun semua itu tidak datang otomatis, tidak datang dengan mudah. Harus disertai kerja keras, dan kita harus kerja cepat, harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif,” himbau Jokowi.

Untuk mencapai mimpi indah itu, Jokowi menyadari tidaklah mudah dan penuh dengan resiko serta tantangan. Butuh keberanian untuk meninggalkan cara-cara lama. “ Dalam dunia yang penuh risiko, yang sangat dinamis, dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru. Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Harusnya inovasi, bukan hanya pengetahuan. Inovasi adalah budaya,” tambahnya.

Sidang Umum MPRI-RI dengan agenda Tunggal Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dimulai Pukul 14.30 WIB dan berakhir Pukul 16.45 WIB dipimpin langsung oleh Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo. Ketua MPR didamping 9 Wakil Ketua MPR-RI yaitu Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Jazilul Fawaid, Lestari Moerdijat, Syarif Hasan, Hidayat Nur Wahid, Zulkifli Hasan, Arsul Sani dan Fadel Muhammad.

Disamping dihadiri oleh mayoritas Anggota MPR, Hadir juga dalam acara ini Mantan Presiden dan Mantan Wakil Presiden. Tampak hadir Mantan Presiden ke-5 Megawati Sukarno Putri, Mantan Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudoyono, Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, dan mantan Wakil Presiden Budiono. Termasuk juga tentunya Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Selain itu, acara kenegaraan ini juga dihadiri oleh 17 Tamu Negara, baik yang dihadiri langsung Kepala Negara/Kepala Pemerintahannya dan atau pun oleh utusan khusus. Di antaranya Sultan Brunei Darussalam Hassanah Bokiah, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. (Raza/Fahdi R/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.