446 views

Tsunami Selat Sunda Akibat Erupsi Anak Gunung Krakatau Sebabkan Ratusan Korban Jiwa Dan Kerusakan Harta Benda

JAKARTA-LH: Musibah Bencana Alam berupa Tsunami terjadi Sabtu malam (Pukul 21:27 WIB, 22/12/2018-Red) di Selat Sunda yang menyebabkan korban jiwa dan harta benda khususnya di dua wilayah propinsi yaitu Propinsi Banten dan Propinsi Lampung. Sampai berita ini ditayangkan, paling tidak terdata ada sebanyak 168 jiwa yang meninggal dunia, 745 terluka-luka, dan 30 0rang hilang. Kerusakan harta benda belum dapat diestimasi tetapi sangat besar tentunya.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho salah satu daerah yang paling parah adalah daerah Pandeglang. “Terutama kawasan wisata dan pemukiman di sepanjang Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, hingga Carita,” pungkas Sutopo pada siaran Persnya.

Sementara itu di daerah Lampung Selatan, papar Sutopo, tujuh orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat tiga orang meninggal dunia, empat orang luka-luka, dan dua orang dinyatakan hilang. “Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah ” tambah Sutopo.

Tsunami menerjang Selat Sunda sekitar Sabtu malam pukul 21.27 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan fenomena Tsunami Selat Sunda kemarin termasuk langka dan hingga kini penyebabnya belum bisa dipastikan.

Sementara itu, analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejauh ini memaparkan gelombang tinggi kemarin dipicu karena cuaca, bukan gempa bumi. Laporan tim lapangan BMKG juga menambahkan bahwa gelombang tinggi kemarin diperparah oleh hujan lebat dan angin kencang yang terjadi di perairan Anyer dan Lampung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Saat Tsunami ini, Kabar duka menyelimuti keluarga besar PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), di mana sejumlah pegawainya turut menjadi korban dari tsunami yang menerjang pantai di sekitar Selat Sunda pada Sabtu malam (22/12/2018) sekitar pukul 21.27 WIB. Saat kejadian tsunami berlangsung, keluarga besar PLN Transmisi Jawa Barat-Banten sedang melangsungkan acara gathering di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.
“Keluarga PLN dari Unit Induk Transmisi Jawa bagian Barat turut menjadi korban bencana tsunami yang terjadi pada pkl 21.27 wib sabtu malam.” ujar Kepala Satuan Komunikasi PLN I Made Suprateka, Minggu (23/12/2018-Red).

Dari data sementara hingga berita ini ditayangkan, Minggu (23/12/2018-Red), jumlah karyawan maupun keluarga karyawan PLN yang menjadi korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 23 orang meninggal, 30 luka-luka dan 19 orang hilang. Korban selamat yang sudah terdata ada sebanyak 133 orang.

Hingga saat ini pihak PLN terus melakukan pencarian dan pendataan terhadap seluruh korban. Selain itu PLN saat ini juga telah membentuk tim gerak cepat tanggap bencana serta mengirimkan 26 ambulance kelokasi bencana.(Isti/TIM/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.