640 views

PARA PESERTA REUNI AKBAR MUJAHID 212 DARI BERBAGAI PENJURU TANAH AIR MULAI MEMENUHI JAKARTA

 

JAKARTA-LH: Dari hasil pantauan LH bahwa peserta Reuni 212 untuk Tahun 2018 mulai tiga hari terakhir ini sudah mulai berkumpul di berbagai tempat di Jakarta. Acara puncak peringatan AKSI BELA ISLAM 212  yang sangat penomenal yang dilaksanakan dua tahun silam ini (02/12/2016-Red) rencananya akan dipusatkan di Monumen Nasional (Monas) pada hari Minggu (02/12/2018-Red) dengan nama REUNI AKBAR MUJAHID 212 .

Para peserta reuni yang sudah tiba di Jakarta umumnya menginap di berbagai Masjid yang ada di Jakarta dan sekitarnya sambil menunggu waktunya perhelatan akbar ini tiba. Mereka rencananya akan mulai merapatkan barisan menuju Istiqlal sejak dinihari minggu. Yang pada khirnya akan mengikuti acara puncak di Monas pada hari minggunya (02/12/2018-Red).

Terkait aksi reuni akbar ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla mempersilakan umat Islam datang ke Monas untuk mengikuti pagelaran reuni 212 di Jakarta yang akan dilaksanakan pada hari Minggu (02/12/2018-Red). JK yakin reuni akan berjalan damai sebab aksi 212 dulu berjalan damai. Namun demikian, JK memberi catatan agar selama reuni berlangsung, alumni 212 tidak ada yang melanggar hukum. Wapres juga menghimbau agar menjaga kebersihan dan keamanan selama aksi berlangsung. “Saya yakin bisa. Waktu Aksi 212-nya saja damai, apalagi memperingatinya,” tuturnya dalam telekonferensi di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (27/11/2018-Red).

Dalam telekonferensi yang dipandu Karni Ilyas tersebut, Wapres JK juga menganggap berlebihan bila acara reuni 212 dianggap akan mengganggu acara Maulid Nabi yang rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan lokasinya tidak jauh dari lokasi reuni 212. JK percaya reuni 212 bisa berjalan beriringan dengan perayaan Maulid Nabi.

Senada dengan itu, itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta mempersilakan masyarakat yang ingin menghadiri kegiatan reuni alumni aksi 212 pada 2 Desember 2018 mendatang di Monas. Hal ini disampaikan pada rapat kerja daerah MUI DKI Jakarta 2018-2023 di Sunter, Jakarta Utara (26/11/2018-Red). Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH Munahar Mukhtar mengatakan, Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan sesama umat muslim. “Silakan umat Islam berbondong-bondong semuanya ke Monas. Silaturahmi enggak apa-apa boleh dengan ulama dan habib kita berkumpul dalam rangka mempersatukan umat,” pungkas Munahar.

Menurut informasi yang didapatkan dari berbagai sumber yang layak dipercaya bahwa acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh 4 juta orang. Beberapa tokoh yang rencananya akan hadir adalah Ustadz Abdul Somad (UAS), Gubernur DKI Anies Baswedan, Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan, Prof. Amien Rais, penyanyi religi yang lagi viral Nissa Sabyan dan sederet Tokoh Nasional lainnya.
Bahkan menurut rencananya Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Solahuddin Uno akan hadir pada acara akbar ini. Hal kehadiran Prabowo terkonfirmasi dari keterangan Wakil Ketua DPP Gerindra Fadli Zon yang memastika bahwa Prabowo akan hadir pada perhelatan akbar itu.

Yang menariknya lagi, Perwakilan tokoh lintas agama memastikan datang ke acara Reuni Akbar Mujahid 212 yang akan dilaksanakan di Monas (02/12/2018-Red). Para tokoh lintas agama yang menyatakan akan hadir adalah Pendeta Butjesewu dari Komunitas Kristen Katolik Indonesia (KKKI) mengatakan mereka akan datang ke acara tersebut sebab tema yang diusung menyangkut masalah persaudaraan dan kebangsaan. “Reuni ini adalah temanya menyangkut masalah persaudaraan dan kebangsaan Indonesia. Tentunya, untuk hilangkan rasa takut dan rasa tidak nyaman,” pungkas Butjesewu saat jumpa pers tokoh lintas agama di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Sabtu (01/12/2018-Red). Pada Konferensi Pers Tokoh Lintas Agama ini juga dihadiri Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Muhammad Martak dan Ketua PA 212 Slamet Maarif.

Butje mengatakan acara Reuni Akbar Mujahid 212, akan dihadiri umat Kristiani dan agama lain. Menurut dia, hal itu menandakan bahwa seluruh masyarakat Indonesia cinta Tanah Air dan cinta damai. Hal yang Senada dengan Butje juga disampaikan Pendeta Etika Hia dari Gereja Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP) yang mengatakan acara Reuni Akbar Mujahid 212 sebagai ajang doa bersama untuk kemanusiaan yang adil dan beradab. “Karena tema relevan, bagaimana bangun persaudaraan sejati tanpa sekat agama ras antar golongan. Biarlah gerakan bersama ini bahwa Indonesia milik bersama. Indonesia bingkai NKRI, rumah bersama,” ungkap Etika.

Acara konferensi pers itu dihadiri perwakilan agama Kristen, Katolik, dan Hindu itu. Etika mengaku tidak ada unsur politik di acara reuni aksi 212 esok hari karena bersifat doa. “Doa untuk kebangsaan lebih baik ke depan. Biarlah pileg ini berjalan baik dan kampanye yang disampaikan Jokowi adalah suka cita. Maka, ada keceriaan bersama di situ,” tutur Etika. Dilengkapi oleh Ketua Umum Badan Musyawarah Umat Nasrani Jon Lokolo menganggap reuni 212 juga sebagai ajang untuk mencari solusi agar bangsa dan agama selalu tentram.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Reuni Akbar 212 Sobri Lubis mengatakan panitia aksi 212 kali ini membuka pintu bagi umat non-muslim yang ingin bergabung. Mereka juga mengundang tokoh lintas agama. “Kami akan berusaha untuk kalangan nonmuslim silahkan untuk hadir dan nanti akan diumumkan tempatnya oleh panitia. Reuni 212 ini bukan hanya milik Islam, tapi persatuan NKRI,” pungkas Sobri Lubis.

Sementara itu, Panitia Reuni Akbar 212 batal mengundang Calon Presiden petahana Joko Widodo. Hal itu dilakukan setelah rapat akhir oleh panitia dengan saran para ulama 212 serta arahan Imam Besar Rizieq Syihab. Dari keterangan tertulis yang diterima para awak media bahwa panitia batal undang Jokowi karena Jokowi dipandang anti-212. “Batal mengundang Jokowi dan rezimnya. Karena mereka anti terhadap aksi 212. Tidak mensyukuri anugerah 212, bahkan masih berupaya mengkriminalisasi ulama dan aktivis 212,” demikian keterangan tertulis yang ditandatangani oleh Ketua Steering Commite Reuni Akbar 212, Al-Khaththath, Sabtu (01/12/2018-Red).

Sebagai Tokoh Utama yang berperan dalam aksi 212 maka rencananya Habib Riziek Sihab (HRS) akan hadir melalui Video Conference. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) Yusuf Muhammad Martak dalam jumpa pers persiapan final aksi reuni akbar 212 yang diselenggarakan di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat (01/12/2018-Red). “Jelas besok ada pidato Habib Rizieq, bahkan Insya Allah secara live dengan gambar, dan Habib Rizieq mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kami yang sebangsa dan setanah air,” pungkas Yusuf M. Martak. (Rz/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.