698 views

Setelah Polda Metro, Polda Sumut Menduduki Tingkat Tertinggi Tangani Kasus Kejahatan Di Indonesia

LIPUTANHUKUM.COM: Berdasarkan laman Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri, dari 1 Januari-27 Juli 2025, ada 242.380 perkara yang ditangani Bareskrim Polri dan seluruh Polda di Indonesia.

Dari total 242.380 kasus itu, Polda Metro Jaya menduduki peringkat teratas (pertama) dengan total 36.559 kasus. Disusul pada urutan kedua adalah Polda Sumatera Utara (Poldasu) dengan 31.711 kasus. Selanjutnya pada urutan ketiga adalah Polda Jawa Timur sebanyak 19.194 kasus, kemudian Polda Jawa Barat 17.317 kasus.

Sementara untuk tingkat Polres, tingkat kejahatan tertinggi terjadi di Polrestabes Medan dengan jumlah 9.376 kasus. Pada urutan kedua ada Polrestabes Palembang sebanyak 5.771 dan ketiga Polres Metro Jakarta Timur dengan 4.996 kasus.

Selanjutnya,  untuk tingkat polsek di jajaran Polda Sumut juga menduduki urutan kasus terbanyak. Di urutan pertama dan kedua ada Polsek Percut Sei Tuan dan Polsek Sunggal, yang keduanya berada di bawah naungan Polrestabes Medan.

Dari 242.380 perkara tersebut, sebanyak 164.808 laporan belum diproses, 62.107 dalam tahap sidik, 3.393 dalam tahap lidik, dan 12.073 perkara telah selesai. Kejahatan paling tinggi terjadi pada kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak 28.940. Mayoritas motif kejahatan itu dipicu permasalahan ekonomi.

Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan memang ada peningkatan tingkat kejahatan di Sumut pada 1 semester pertama tahun 2025 dibandingkan dengan semester pertama di tahun 2024 sebesar 3,3 persen. ” Jadi, dari periode semester 1 tahun 2024 sama semester 1 2025 memang ada peningkatan, walaupun tidak signifikan antara kasus yang terjadi di 2024 dan 2025, ada peningkatan sekitar 3,3 persen ” pungkas Ferry sebagaimana dilansir dari  detikSumut (27/07/2025).

Ferry mengatakan selain pada tingkat kejahatan biasa, kasus narkoba di Sumut juga mengalami peningkatan. Padahal, kata Ferry, pihaknya telah melakukan pengungkapan-pengungkapan yang cukup banyak. ” Termasuk penangkapan narkoba, walaupun pengungkapan kita nomor 1, tapi tindak pidana narkotika meningkat tahun ini ” tandasnya.

Kabid Humas Polda Sumut itu juga menjelaskan bahwa Polda Sumut telah melakukan berbagai upaya untuk menekan tingkat kriminalitas di Sumut. Misalnya, dengan rutin melakukan patroli dan juga operasi-operasi. Selain itu, lanjut Kombes Ferry, Polda Sumut juga telah bekerja sama dengan stakeholder lain dalam menekan tingkat kriminalitas tersebut. ” Semua upaya pencegahaan, pembinaan, untuk menekan kriminalitas sudah kita lakukan. Polda Sumut sudah berusaha melakukan upaya upaya baik preemtif, preventif dan represif. Kita sudah operasi-operasi, patroli blue light, patroli malam, melakukan patroli rutin, patroli srikandi juga sudah kita laksanakan. Walaupun upaya kita keras, tapi kejahatan tetap saja terjadi ” paparnya.

Lebih lanjut Kombes Ferry juga menjelaskan, bahwa peningkatan angka kriminalitas di Sumut juga harus dilihat dari berbagai aspek, misalnya tingkat pengangguran, ekonomi, pendidikan, demografi dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Ferry mengajak pemerintah daerah dan pihak lainnya untuk bekerjasama dalam menangani masalah ini. ” Meningkatnya kejahatan tidak bisa dilihat satu sisi saja, harus dilihat dari faktor kesejahteraan, kebutuhan ekonomi juga, tingkat pendidikan, apakah ada pengaruhnya dari pengangguran? itu harus didalami lagi. Jadi, banyak faktor yang mempengaruhi, bukan cuma dari kepolisian ” tandas Kabid Humas Poldasu itu. (Amir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.