BATAM-LH: Komisaris PT Marvin Putra Perkasa (MPP) Ahong menghilang diduga melarikan diri untuk menghindar dari tanggung jawabnya. Dugaan tentang adanya penggelapan yang dilakukan Ahong semakin terbukti.
Komisaris PT Marvin Putra Perkasa yang bergerak di bidang properti ini bersama istrinya kini hilang tanpa jejak dengan meninggalkan sejumlah masalah keuangan. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, yang bersangkutan sudah menghilang sejak sebulan yang lalu. Akibatnya, beberapa proyek yang sedang dijalankan kini berantakan terutama masalah pembayaran.
Ada 5 proyek yang menjadi tanggung jawab Ahong. Pertama pembangunan satu blok perumahan town house dengan nilai proyek Rp 3,9 Miliar. Kedua, pembangunan taman serinity dikawasan patam-sekupang dengan nilai Rp 580 juta. Ketiga, 2 proyek pemasangan pagar di PT Central dengan nilai Rp 400 juta. Keempat, pembangunan central raya di Kawasan Tiban senilai Rp 1,2 Miliar. Dan Kelima, pembangunan di kawasan Bintan – Tanjung Pinang.
Masih menurut informasi yang didapatkan, kecurigaan mulai datang ketika disuruh untuk datang ke rumah menjelaskan perkembangan pekerjaan serta profit tidak juga kunjung mau menemui. Alasan yang selalu disampaikan tidak bawa pembukuan dan sakit.
Selama dia menghilang, kini dana sejumlah pekerjaan macet ke PT Marvin. Salah satunya pihak PT Central group yang belum bisa melakukan pembayaran karna, mempertanyakan keberadaan Ahong untuk melakukan persentase pekerjaan. “Saya menduga ia kabur membawa sejumlah uang pembayaran dari 5 pekerjaan tersebut. Oleh karenanya kami meminta itikat baik dari Ahong segera menemui saya untuk diaudit ” pungkas Pihak PT Central Group yang enggan disebut Namanya.
Sambungnya lagi, dugaan-dugaan semakin besar, karna istrinya Ahong sebelumnya pernah menasehati agar menemui saya, jika tidak ada penggelapan atau korupsi, namun Ahong nya sendiri yang ketakutan tidak mau menemui. (Anto Uban)
