1,142 views

Rumah Guru Ngaji Hampir Ambruk PTPN IV Unit Ajamu Salurkan Bantuan

LABUHANBATU-LH: Manajemen Perkebunan PTPN IV Unit Ajamu dibawah Pimpinan Manager Januar Saragih yang memiliki jiwa sosial tinggi terhadap masyarakat kurang mampu, salurkan bantuan untuk membantu Dana Bedah Rumah gubuk Guru Mengaji yang sudah reyot dan mau ambruk (Sabtu, 22/05/2021).

Dalam penyerahan bantuan diwakili Humas PTPN IV Unit Ajamu Barowi , Ketua SPBUN Saprin Nasution dan 3 orang karyawan lainnya. Selain itu tampak hadir Ketua Pawapati (Persatuan Aktivis Wartawan Pantai Timur) Joko. Penyerahan bantuan berupa uang sebesar Rp 4.000.000, 00 (Empat Juta Rupiah) itu langsung diserahkan oleh Perwakilan Pihak Manajemen PTPN IV Unit Ajamu melalui Humas Bahrowi ke pemilik gubuk reyot guru mengaji Nenek Sumami (63Tahun), sekitar pukul 11.00 WIB, (Sabtu, 22/05/2021) di kediaman nenek Sumami di Desa Sei Terolat, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.

Humas PTPN IV Unit Ajamu Bahrowi menjelaskan ” Adapun maksud dan tujuan kedatangan dikediaman Nenek Sumami, sebagai bentuk kepedulian PTPN IV Ajamu dan ikut prihatin atas kondisi tempat tinggal Guru Mengaji Nenek Sumami (63Tahun) dan sebagai perwakilah dari pihak perusahaan PTPN IV Unit Ajamu untuk menyerahkan bantuan bedah rumah nenek Sumami yang Reyot dan Mau ambruk” Kasihan kita melihat Kondisi tempat tinggal nenek sumami ” ujarnya.

” Semoga bantuan yang diberikan Pihak Manajamen PTPN IV Unit Ajamu dapat membantu untuk bedah rumah tempat tinggal Nenek Sumami supaya merasa nyaman dan tidak basah lagi saat hujan tiba dan anak-anak saat belajar mengaji merasa nyaman” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Nenek Sumami juga menyampaikan “ Ribuan terimakasih kepada Bapak-Bapak yang telah menyisihkan rezekinya. Semoga kebaikan dibalas oleh Allah Swt, dibanyakkan rezeki, sehat selalu dan sukses selalu Aamiin ” tutup Nenek Sumami dalam sambutannya.

Diketahu bahwa, kondisi gubuk Guru Ngaji itu semakin memprihatinkan. Reyot nyaris ambruk. Saat hujan tiba, Nenek Sumami yang sudah belasan tahun menumpang tinggal di gubuk milik Baitulmal Desa Sei Tarolat, Kecamatan Bilah Hilir terpaksa meliburkan santrinya karena gubuknya kebanjiran akibat atap dari daun bocor dimana-mana.

Di gubuk yang dibangunkan masyarakat itu, belasan tahun Nenek Sumami mendidik anak-anak bahkan ibu-ibu lingkungan setempat mengaji tanpa dibayar. Kini, gubuk itu nyaris ambruk dan santrinya juga terancam tidak lagi bisa belajar membaca Huruf Hijaiyah. Di isi dinding tepas luar sebelah kanan tampak dua tiang menyokong agar tetap berdiri. Selain itu, atap gubuk dari daun. Kemudian, lantai tempat para puluhan santri belajar mengaji juga masih tanah dan hanya beralaskan tikar seadanya. Gubuk tanpa dapur berukuran sempit itu juga tidak memiliki dapur dan hanya ada satu kamar tidur.

Namun, Nenek Sumami tidaklah orang yang mengeluh dengan keadaan. Selama diberi tumpangan, mengajar ngaji bagi warga adalah sumbangan ilmunya buat generasi Kita. ” Tidak pernah Saya meminta jasa dari para Santri, bahkan ada yang mau memberi setiap bulannya walau sekedar buat beli sabun mandi, tetapi saya sudah niatkan semua yang belajar mengaji dengan saya tidak dipungut biaya ” ungkap Nenek Sumami saat disambangi Rumah Peduli Labuhanbatu dan Organisasi Pawapati.

Maka kami atas nama Rumah Peduli Labuhanbatu serta Persatuan Aktivis Wartawan Pantai Timur, Pemuda Pesisir Labuhanbatu kembali mengetuk hati para dermawan melalui penggalangan donasi untuk membangun ulang rumah Nenek Sumami.

Para dermawan bisa menyalurkan niatnya melalui rekening Rumah Peduli Labuhanbatu atas nama Supriyono di BNI 0904050625. Selain materi, kami juga open donasi material berupa batu bata, kerikil, semen, besi, papan, broti, dan jenis lainnya.

InsyaAllah pembangunan secepatnya dimulai dan ditargetkan Bulan Mei ini. Untuk informasi pendonasi bisa menghubungi :

Najib Gunawan 08116792711
Joe Waeaja +62 813-9688-0644
Edi Syahputra Ritonga +62 813-6414-1311
Aryo 0821-7095-1717

(Edi Syahputra Ritonga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.