LABUHANBATU-LH: Masyarakat sangat resah atas peredaran narkoba di Desa Selat Beting Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara .
Keresahan warga ini disampaikan salah satu warga yang berstatus petani yang minta identitasnya dirahasiakan. ” Sudah tidak ada lagi harapan kami bang, hancurlah kampung kami ini bang, banyak sekali penjual dan pemuja sabu-sabu ” pungkasnya kepada liputanhukum.com (Minggu, 02/08/2026).
Menurutnya, peredaran narkoba jenis sabu-sabu di lingkungan mereka sudah sangat menjamur dan statusnya gawat darurat. Akibatnya, lanjut petani itu, baik kaum muda dan kaum tua di lingkungan itu kini menjadi pemuja narkoba. Selain itu juga, kebun kelapa sawit milik petani turut menjadi sasaran pencurian.
Selain itu, lanjutnya ” hasil kebun sawit kami pun bang hampir setiap hari hilang kenak curi, ntah sampai kapan ini berakhir ” keluhnya.
” Kami berharap, bapak Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu dapat menyelesaikan dan menangkap para pelaku atas maraknya peredaran narkoba dikampung kami ini bang ” pinta Sang Petani.
Hasil investigasi yang berhasil dirangkum dari beberapa sumber, dibalik maraknya peredaran narkoba ditengarai dikendalikan warga setempat antara lain:
1. TLN, Warga Dusun 1, Desa Selat beting, Kecamatan Panai Tengah;
2. EMN, Warga Dusun lll, Desa Selat beting, Kecamatan Panai Tengah;
3. TN, Warga Dusun lll, Desa Selat beting, Kecamatan Panai Tengah;
4. TNK, Warga Dusun VI, Desa Selat beting, Kecamatan Panai Tengah!
5. STK, Warga Sirahu, Desa Selat beting, Kecamatan Panai Tengah;
6. JN, Warga Singa mata, Desa Selat Beting, Kecamatan Panai Tengah.
(Edy Syahputra Ritonga)
