74 views

Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Usai Nobar Final Piala Dunia 2026

LIPUTANHUKUM.COM: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Beberapa jam sebelum ditangkap, Lalu masih sempat menonton final Piala Dunia 2026. OTT yang menjerat Bupati Lombok Barat berawal saat KPK menyegel dua ruang kerja pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Dua ruang yang disegel itu ialah ruang kerja Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPK), Lalu Ratnawo.

Lalu Ahmad sempat nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat hingga subuh. Beberapa jam kemudian, ruang kerja orang nomor satu di Lombok Barat itu justru disegel KPK. Tak hanya ruang kerja LAZ, KPK juga menyegel ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Lalu Ratnawo sekitar pukul 07.30 WITA.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat Akhmad Saikhu mengatakan dia baru mengetahui penyegelan setelah tiba di kantor. Menurut dia, sebelumnya ia bersama Bupati LAZ dan sejumlah pejabat masih mengikuti nonton bareng Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di partai final. “Saya mungkin dalam konteks ini tidak akan menjelaskan lebih jauh. Karena tadi pagi kan kita nonton (final Piala Dunia) bareng (Bupati) sampai pagi kita di lapangan, terus setelah itu udah selesai bola pulang kita,” ujarnya.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcayanto kemudian membenarkan adanya OTT di Lombok Barat. Lalu Ahmad menjadi salah satu pihak yang diamankan. “Benar,” kata Fitroh

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Total 19 orang yang diamankan KPK, termasuk Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. “KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup yang kemudian terjadi peristiwa tangkap tangan di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Di mana dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan tersebut tim mengamankan sejumlah 19 orang,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan (Senin, 20/07/2026).

Tujuh orang di antaranya akan dibawa ke gedung KPK, Jakarta, pada Senin (20/7) malam. KPK akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap tujuh orang tersebut.

“Yang kemudian 7 di antaranya malam ini akan dibawa ke gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Budi menyebut pihak yang diamankan dari kalangan Pemkab Lombok Barat hingga pihak swasta. Ahmad Zaini, terang Budi, ditangkap di rumah dinasnya.

“Untuk pihak-pihak yang diamankan mulai dari pagi ini termasuk Bupati diamankan pagi ini di rumah dinas. Kemudian pihak-pihak lain juga diamankan di sejumlah lokasi di wilayah Lombok Barat. Dari pihak yang diamankan ini kemudian tim melakukan pemeriksaan awal di Mako Brimob Lombok Barat,” ucapnya

Dia menambahkan, OTT terhadap Lalu Ahmad berkaitan dengan dugaan suap yang diterima Lalu Ahmad dari sejumlah proyek di Lombok Barat.

“Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat,” kata Budi.

Sejumlah bukti disita KPK dari OTT terhadap Bupati Lombok Barat. Bukti-bukti itu mulai dari uang tunai hingga dokumen. “Barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan juga beberapa dokumen yang diduga terkait dalam perkara ini,” kata Budi.

KPK belum menjelaskan terperinci mengenai nominal uang yang disita dalam OTT Bupati Lombok Barat. Budi mengatakan nilai uangnya mencapai ratusan juta rupiah. “Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah,” ungkap Budi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan sejumlah tersangka dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini dan sejumlah pihak lainnya.
Penetapan tersangka itu dicapai dalam gelar perkara atau ekspose yang dilakukan KPK pada Senin malam (20/07/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo belum memberi informasi detail pihak-pihak yang menjadi tersangka. Kata dia, KPK akan mengumumkan secara terbuka kepada publik lewat konferensi pers sore ini.

Malam tadi sudah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa perkara ini naik ke tahap penyidikan,” ujar Budi melalui (Selasa, 21/07/2026). “Secara lengkap, bagaimana konstruksi perkara, kronologi peristiwa tertangkap tangan, barang bukti, serta pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, kami akan sampaikan dalam konferensi pers sore ini,” lanjutnya.

Para pihak yang terdiri dari bupati, Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat, Kepala Dinas PUPRPKP, satu orang pihak swasta, serta tiga orang selaku ajudan dan sopir bupati hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.

“Selain tujuh orang tersebut, tim juga mengamankan satu orang pihak swasta di wilayah Jakarta pada Senin (20/07/2026), yang saat ini juga masih menjalani pemeriksaan,” kata Budi.

“Sehingga hingga pagi ini, total yang masih dilakukan pemeriksaan sejumlah delapan orang,” sambungnya. (Rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.