415 views

Banjir Parah Landa Bekasi Akibatkan Aktivitas Warga Lumpuh

BEKASI-LH: Hujan intensitas tinggi sejak Senin (03/03/2025) malam hingga Selasa (04/03/2025) pagi di Bekasi mengakibatkan banjir parah sebabkan aktivitas publik di Bekasi hari ini lumpuh. Air yang meluas juga merendam fasilitas umum di wilayah tersebut. Walikota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa “Kota Bekasi hari ini lumpuh. Jalan utama, kantor pemerintahan bahkan rumah sakit tergenang air. Limpasan air sungguh luar biasa,” kata Tri Adhianto dalam rapat koordinasi bersama Kepala BNPB Suharyanto dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno secara daring (Selasa, 04/03/2025).

Banjir terparah melanda lokasi di sepanjang lintasan Sungai Bekasi, khususnya area pertemuan Kali Cikeas dan Kali Cileungsi. Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari 8 meter, melampaui Banjir Bekasi 2016 dan 2020. Ia juga menjelaskan, bencana ini terjadi disebabkan tanggul yang dibangun Balai Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BWSCC) meluap. Kemudian, kondisi ini diperburuk dengan patahan dan tangggul yang belum selesai dibangun di sepanjang sungai. “Ketinggian air mencapai lebih dari delapan meter sehingga air melimpas dari tanggul yang sudah dibangun. Di beberapa titik, tanggul belum selesai dibangun sehingga dampaknya sangat besar,” katanya.

Sementara itu menurut BPBD mencatat banjir Bekasi tersebar di 20 titik dan tujuh wilayah Kecamatan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Priadi Santoso menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab terjadi banjir yang diperparah dengan kondisi serupa di wilayah hulu Kali Bekasi, khususnya Bogor sehingga membuat debit air sungai tinggi dan meluap. “Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi lama di wilayah hulu Kali Bekasi dan Kota Bekasi menyebabkan peningkatan debit air dan banjir di beberapa wilayah,” katanya (Selasa, 04/03/2025).

Ia menyebutkan setidaknya terdapat 20 titik banjir yang tersebar di tujuh kecamatan se-Kota Bekasi dengan ketinggian air bervariasi mulai 20 sentimeter hingga tiga meter, menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi.Banjir merendam tujuh kecamatan antara lain Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede dan Kecamatan Rawalumbu. Di Kecamatan Bekasi Timur terdapat tiga titik banjir meliputi Gang Mawar RT 8 RW 3 dengan tinggi muka air tiga meter, Gang Semar RT 4 RW 4 setinggi 70 sentimeter dan Kampung Lengkak RT 04 RW 8 dengan ketinggian 80 sentimeter.

Wilayah Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara turut terendam banjir setinggi 180 sentimeter dengan jumlah warga terdampak 360 jiwa yang saat ini sudah dievakuasi di Musala Jumiatur Khoir.

Sebanyak tiga titik banjir juga merendam wilayah Kecamatan Bekasi Selatan dengan rincian Perumahan Bumi Satria Kencana setinggi 110 sentimeter, Perumahan Jaka Kencana dengan tinggi hingga tiga meter serta Perumahan Depnaker setinggi 150 sentimeter. “Di Kecamatan Medan Satria, banjir merendam permukiman warga RT 1, 8 dan 9 pada RW 03 Kelurahan Kali Baru setinggi 100 sentimeter,” katanya.

Banjir terparah melanda Jatiasih mulai 120 sentimeter di Perumahan Bumi Nasio Indah serta 150 sentimeter di Perum Jatiluhur, Perum Buana dan Perum Graha Indah hingga lebih dari tiga meter di Perum Pondok Gede Permai (PGP) dan Villa Jatirasa. “Banjir terparah di wilayah ini dikarenakan debit Kali Bekasi tidak lagi mampu menampung deras air sehingga melimpas dari tanggul sejak pukul 03.15 WIB tadi pagi,” ucapnya.

Banjir juga merendam tiga titik di wilayah Kecamatan Pondok Gede antara lain Perumahan Taman Bougenville Fajar dengan tinggi muka air 40 sentimeter, Komplek Dosen IKIP setinggi 155 sentimeter serta Perum Jatibening Permai dengan ketinggian 50 sentimeter.Terakhir di tiga titik wilayah Kecamatan Rawalumbu meliputi Perumahan Taman Narogong Indah setinggi 40 sentimeter, Jembatan II Rawalumbu dengan ketinggian 20 sentimeter serta Kemang Pratama dengan tinggi muka air 50 sentimeter. Banjir di wilayah ini sudah mulai surut.

BPBD Kota Bekasi telah melakukan evakuasi warga terdampak. Selain 360 jiwa di Bekasi Utara, 400 jiwa lain juga telah diungsikan ke rumah-rumah warga di Gang Mawar, Bekasi Timur. “Evakuasi juga masih terus berlangsung saat ini di lokasi-lokasi banjir terparah,” ucapnya.

BPBD setempat juga terus menjalin koordinasi dengan pihak terkait seperti PLN untuk memadamkan listrik di area terdampak guna memastikan keamanan selama proses evakuasi. “Kami juga menyisir lokasi-lokasi dengan banjir yang relatif sangat tinggi untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” kata dia. (Dewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.