384 views

Direktur Utama PT Wijaya Karya Berinisial BP Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Proyek Tol MBZ

JAKARTA-LH: Direktur Utama PT Wijaya Karya Berinisial BP salah satu dari dua orang yang telah diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) RI pada Rabu (20/09/2023) kemarin terkait dugaan korupsi Proyek Pembangunan Tol Jakarta Cikampek II (Japek) Elevated alias Tol MBZ ruas Cikunir-Karawang Barat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapupenkum) Kejagung Ketut Sumedana. ” Saksi yang diperiksa BP selaku Direktur Utama PT Wijaya Karya ” pungkas Ketut dalam keterangan tertulisnya (Kamis, 21/09/2023).

Selain BP, lanjut Ketut, Penyidik dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) juga memeriksa Direktur Utama PT Virama Karya berinisial J. Namun, Ketut tidak membeberkan secara rinci ihwal materi pemeriksaan terhadap keduanya. Ketut hanya mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara tersebut. ” Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud ” tandas Kapuspenkum Kejagung itu.

Masih menurut keterangan Kapuspenkum Kejagung, bahwa Kejagung menduga terdapat perbuatan melawan hukum berupa persekongkolan dalam mengatur pemenang lelang yang menguntungkan pihak tertentu. Akibatnya ditemukan indikasi kerugian keuangan negara pada proyek senilai Rp 13,5 triliun tersebut.

Sampai saat ini, Kejagung telah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus ini. Kelima orang tersebut adalah Djoko Dwijono (DD), Dirut PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) periode 2016-2020; YM, Ketua Panitia Lelang JJC; TBS, tenaga ahli Jembatan PTLGC.

Pada kasus ini, Kejagung juga menjerat Direktur Operasional PT Bukaka Teknik Utama, Sofiah Balfas (SB) sebagai tersangka korupsi. Satu tersangka lainnya yakni Ibnu Noval (IBN), mantan Kepala Divisi 5 PT Waskita Karya karena dinilai menghalangi penyidikan.

Menurut hasil penyelidikan dan penyidikan Kejagung, salah satu modus yang digunakan para perampok uang negara ini adalah dengan mengurangi spesifikasi atau volume proyek. ” Yang jelas dalam proyek ini diduga terjadi pengurangan volume dan ada pengaturan pemenang tender ” tungkas Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kuntadi pada Konferensi Pers (Rabu, 13/09/2023) yang lalu.

Menurut Kuntadi, temuan dugaan korupsi ini ditemukan pihaknya setelah memeriksa total 146 saksi termasuk saksi ahli. Perbuatan tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh ketiga tersangka yakni Djoko Dwijono (DD) selaku Dirut PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JCC) periode 2016-2020, YM selaku Ketua Panitia lelang proyek JCC, serta TBS selaku tenaga ahli jembatan PT LAPI Ganeshatama Consulting. Berdasarkan perannya, lanjut Kuntadi, Djoko diduga melakukan pemufakatan jahat dengan pemenang lelang setelah sebelumnya mengatur spesifikasi barang yang ditujukan agar menguntungkan pihak tertentu. (Rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.