642 views

Ketum FORKORINDO menyesalkan Statement Kepala BKD Kota Bekasi yang Terlalu Dini Terkait Dugaan Perselingkuhan Oknum Ka-Puskesmas

LIPUTANHUKUM.COM: Ketum DPP LSM FORKORINDO Tohom TPS SE, SH , MM menyesalkan Statement yang disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi Karto terkait hasil temuan pihaknya atas dugaan perselingkuhan dan penyalahgunaan fasilitas negara berupa Mobil Dinas Plat Merah oleh oknum pejabat Kepala Puskesmas di salah satu Puskesmas yang berada di wilayah hukum Kota Bekasi yang terjadi pada Rabu (28/09/2022) yang lalu.

” Menurut kami, terlalu dini dan terlalu prematur Pak Kepala BKD membuat statement seperti itu tanpa melakukan pengumpulan data dan informasi termasuk dari kami dan rekan-rekan wartawan yang mengetahui peristiwa dugaan perselingkuhan itu. Harusnya Pak Kepala BKD panggil kami dulu meminta data, bahan dan keterangan. Jangan langsung ujug-ujug buat statement seperti itu yang terkesan melakukan pembelaan terhadap oknum Kepala Puskesmas tersebut ” pungkas Tohom melalu Telepon WhatsApp nya (Kamis, 20/10/2022).

Tanggapan Ketum FORKORINDO ini disampaikan beberapa saat setelah Kepala BKD Kota Bekasi memberikan statement sekaligus menjawab pertanyaan Para Wartawan ditengah-tengah Aksi Demo yang dilakukan puluhan orang terkait dugaan kasus perselingkuhan sesama ASN ini. ” Akan mengecek kebenaran hal ini. Saya tidak akan melakukan hal-hal seperti itu (proses pemeriksaan) secara gegabah. Jangan sampai fitnah, apakah benar apakah tidak saya akan cek lebih dalam tentang hal itu. Setiap orang yang keluar dari loby hotel itu belum tentu melakukan hal yang jelek kecuali ada foto yang keluar dari kamar. Untuk kebijakan nanti ada Pak Walikota ” tandas Karto (20/10/2022).

Terkait statement Kepala BKD yang menyampaikan (Setiap orang yang keluar dari loby hotel itu belum tentu melakukan hal yang jelek kecuali ada foto yang keluar dari kamar), Tohom memberikan tanggapan dimana tidak mungkin Pihak Hotel membolehkannya. ” Pihak hotel punya SOP, tidak mungkin diizinkan mengambil foto dari dan atau ke kamar hotel. Apalagi jenis hotel itu kan tingkat, dan setiap tamu naik lif dulu baru masuk kamar. Artinya, Batas rekan-rekan mengambil data dan dokumen hanya sebatas halaman hotel, tidak memungkinkan ambil dokumen dan foto ke kamar hotel seperti yang diminta Pak Kepala BKD ” ujar Tohom memberikan penjelasan

” Apakah pengakuan NH ketika kami konfirmasi tidak bisa dijadikan bukti dan pertimbangan untuk memperkuat dugaan itu ? Kemudian, apakah penyalahgunaan Mobil Dinas untuk kepentingan pribadi tidak melanggar regulasi yang ada ?” tandas Tohom mempertanyakan statement Kepala BKD Kota Bekasi itu.

Sebagaimana dalam pemberitaan sebelumnya, Ketum DPP LSM FORKORINDO itu menceritkan bahwa peristiwan dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh 2 orang oknum ASN itu berawal diketahuinya ketika dirinya sedang ada pertemuan di Mall yang berada persis di depan Hotel tempat 2 Oknum itu Chek-In. “ Kami bersama rekan-rekan yang kebetulan sedang meeting dan ngobrol-ngobrol di food court yang persis berada di depan hotel itu. Tiba-tiba kami kaget ada mobil dinas plat merah yang menurunkan seorang laki-laki paro baya dan dengan tergesa-gesa langsung masuk ke hotel itu. Disaat yang hampir bersamaan datang seorang wanita menggunakan kenderaan lain juga masuk dan kami lihat mereka berdua sama-sama masuk dan naik lift hotel tersebut. Penasaran dengan tindak tanduk mereka, kami bersama rekan-rekan sepakat menunggu sampai mereka keluar (Chek-Out). Benar, sekira 2 jam kemudian mobil yang sama datang menjemput mereka masing-masing. Akhirnya, kami mengikuti 2 kenderaan yang digunakan 2 oknum ASN ini “ tandas Ketum FORKORINDO itu menjelaskan peristiwa yang terjadi pada Rabu (28/09/2022).

Masih menurut penjelasan Tohom, setelah keluar dari Hotel itu Pria yang terakhir diketahui merupakan Oknum Kepala Puskesmas berinisial NH langsung menuju ke klinik pribadinya. Sementara Sang Wanita yang terakhir diketahui berinisial EL dan merupakan bawahan NH (Kasi di Puskesmas yang sama) kembali ke Puskesmas tempat mereka bekerja, dan tidak lama kemudian EL pulang kerumah pribadinya.

Dari hasil investigasi, baik NH maupun EL masih memiliki pasangan resmi masing-masing. Demikian menurut penjelasan Ketum FORKORINDO. “ Saat peristiwa ini dikonfirmasi beberapa rekan wartawan, NH mengakuinya dan menyatakan khilap dan berjanji tidak akan mengulanginya “ ujar Tohom menjelaskan peristiwa itu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.