BATAM-LH: Masjid Masjid Tanjak atau Masjid Tanwirun Naja yang baru saja diresmikan oleh oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 24 Juni 2022 yang lalu struktur plafonnya sudah runtuh. Informasi runtuhnya plafon masjid ini diketahui pada Kamis Pagi (08/09/2022).
Dari hasil pantauan Wartawan liputanhukum.com pagi ini (Kamis, 08/09/2022) di lokasi Masjid, tampak kerusakan struktur plafon cukup parah. Tampak puing-puing plafon berserakan di lantai. Bahkan besi pengikat plafon juga terlihat jelas dan motif bunga diatas juga rusak.
Sampai berita ini direlease, belum dapat dipastikan apa penyebab runtuhnya plafon bangunan Masjid ini. Orang-orang yang ada sekitar Masjid tidak satu pun yang mau memberikan keterangan.
Dikutip dari Media Indonesia (Kamis, 07/04/2022), Pembangunan Masjid Tanjak telah dilakukan sejak 23 Desember 2020, di atas lahan 15.100 m2 dan total luas bangunan 4.983 m2 dengan lantai bawah seluas 1.963 m2 serta lantai mezzanine seluas 460 m2.
Konsep dari bangunan Masjid Tanjak terinspirasi dari bentuk Tanjak, karena Tanjak memiliki lambang kewibawaan dan identitas di kalangan masyarakat Melayu. Adapun fasilitas penunjang yang dapat dinikmati wisatawan yakni Kolam Air Mancur, Area Parkir Umum, Area Parkir VVIP dan Taman (Kegiatan Outdoor).
Proyek Pembangunan ini bernilai kontrak hampir Rp 40 Miliar ini, dan pembangunannya memakan waktu 16 bulan. Pembangunan Masjid Tanjak ini, turut mendukung rencana pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Di mana, dalam waktu dekat akan dibangun Terminal II penumpang.
Masjid Tanjak ini diharapkan akan menjadi ikon baru di Kota Batam yang diharapkan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Pembangunan Masjid Tanjak merupakan salah satu dari berbagai proyek strategis yang terus dilakukan BP Batam untuk menggerakkan ekonomi dan sektor pariwisata di Batam. (Anto/Red)
