562 views

Pemkot Yogyakarta Minta Pelaku Usaha Kuliner Termasuk Angkringan Syaratkan Sertifikat Vaksin Bagi Pengunjung

YOGYAKARTA-LH: Para Pengelola Pelaku Usaha di Kota Yogyakarta seperti Restoran, Kafe, Hotel, termasuk Angkringan Besar dan tempat-tempat publik lainnya diminta untuk mensyaratkan Sertifikat Vaksin bagi Para Konsumennya (Pengunjung). Sistem kontrolnya dilakukan dengan cara menyediakan pemindai kode QR aplikasi PeduliLindungi. Hal ini disampaikan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi. ” Ya, Angkringan jumlah kapasitasnya berapa, kan sekarang yang PPKM level 3 itu (waktu makan) jadi 60 menit kan. Jadi tergantung jumlahnya berapa, angkringannya kapasitasnya besar kan harus ada itu (kode QR) ” tandas Heroe di Kompleks Balai Kota Yogyakarta (Selasa, 07/09/2021).

Mengenai petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaannya, Heroe menyampaikan bahwa saat ini belum ada. Akan tetapi, dirinya meminta untuk pelaku usaha untuk mulai mempersiapkan. Kode QR yang tersedia di lokasi nantinya berfungsi menyaring pengunjung yang belum tervaksinasi. ” Sekarang saya minta seluruh hotel, restoran, kafe tempat-tempat umum harus menyiapkan, mengajukan registrasi kepada Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) untuk memperoleh QR Code PeduliLindungi ” pungkasnya.

Selain Usaha Kuliner, Wawalkot Yogyakarta itu meminta Para Pelaku Wisata atau Biro Perjalanan berani menolak Wisatawan yang tidak bisa menunjukkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19 atau Hasil Negatif Swab Antigen maupun Tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Pihaknya tak ingin ada Wisatawan Luar Daerah yang belum tervaksinasi atau tak mengantongi surat kesehatan lolos melancong ke wilayahnya. ” Kami minta kepada mereka agar menyeleksi di awal rombongannya itu sudah membawa kartu vaksin ataupun juga surat swab negative ” tegas Haroe.

Terkait penerapan One Gate System atau Sistem Satu Pintu bagi Bus Wisata yang rencananya diterapkan pekan ini, menurut Haroe, akan terus mengevaluasinya. Diharapkan melalui mekanisme ini, penumpang bus-bus dari luar daerah kembali disaring melalui pengecekan di Terminal Giwangan sebelum mengakses berbagai Destinasi Wisata di Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menambahkan bahwa sistem satu pintu ini sudah beberapa kali dicoba. Implementasinya, setiap angkutan umum, baik bus AKAP sampai bus pariwisata wajib diperiksa petugas di Terminal Giwangan. Lewat pemeriksaan di Terminal Giwangan ini, seluruh penumpang tanpa terkecuali wajib menunjukkan bukti telah tervaksinasi via aplikasi PeduliLindungi. ” Sesuai Instruksi Ka-Satgas Covid-19 Nasional mereka wajib memenuhi syarat kan. Jadi, one gate system ini untuk melayani orang dengan transportasi umum tidak hanya untuk pariwisata ” tungkasnya (Selasa, 07/09/2021).

Ketika ditanyakan tentang apa sanksi bagi penumpang yang tidak dapat menunjukkan Hasil Negatif Antigen, PCR, atau Sertifikat Vaksin, Kadis Perhubungan Kota Yogyakarta itu menegaskan bahwa mereka akan diminta langsung putar balik. ” Harapan Saya, warga yang datang (luar Yogtakarta) bisa aware dengan kota tujuannya, agar warga Jogja juga merasa aman dengan pengunjung yang membawa hasil vaksin dan hasil negatif swab ” paparnya. (Hemad-Bintang/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.