84 views

Kepala DPAD Inhil Terima Sumbangan Buku dari Guru SDN 015 Tembilahan

TEMBILAHAN-LH: Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menerima sumbangan buku dari para Penulis di daerah tersebut (Jum’at, 12/03/2021-Red). Penyerahan buku dengan judul Rindu Pada Ilahi ini dilakukan langsung oleh salah satu Pengarangnya yakni Wina Yunita kepada Kepala DPAD Inhil, H Yulizal di kantornya, di Jalan Swarna Bumi Tembilahan.

Turut hadir menyaksikan prosesi penyerahan buku tersebut, Ketua Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (Atpusi) Inhil Darmaiyah didampingi Pengurus lainnya, serta Kasubbag Perencanaan, Hubungan Masyarakat dan Kepegawaian (PHMK) DPAD Inhil Ase’.

Wina Yunita, yang merupakan guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 015 Tembilahan ini mengatakan, penyerahan buku yang baru diterbitkan pada tahun 2021 dan berisi kumpulan puisi tersebut, merupakan salah satu sumbangsih mereka bagi daerah. ” Ini merupakan salah satu upaya Kami, untuk meningkatkan gairah menulis bagi Guru-Guru yang ada di Inhil ” ujarnya.

Dengan begitu, diharapkan nantinya akan semakin banyak Guru, Masyarakat atau Perwakilan Instansi yang tergerak untuk menulis. ” Semakin banyak buku yang ditulis, maka akan semakin meningkatkan minat baca ” tambah Wina yang juga Pengurus Atpusi Inhil ini.

Sementara itu, Kepala DPAD Yulizal menyatakan sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian dan sumbangsih Penulis-Penulis bagi perkembangan dan kemajuan literasi di Negeri Seribu Parit Hamparan Kelapa Dunia ini. ” Kita harapkan Guru-Guru yang lain juga terpacu untuk menulis, sehingga akan lebih banyak lagi yang menyumbangkan buku-bukunya kepada DPAD, dalam rangka mendukung upaya mewujudkan Inhil sebagai Kabupaten Literasi ” katanya.

Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan SK Pendirian Pustaka kepada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Inhil yang diterima perwakilannya, Darmaiyah serta SD Negeri 09 Tembilahan yang diterima oleh Nur Ainun.

Terkait SK yang diserahkan tersebut, Kepala DPAD Yulizal berharap pustaka-pustaka sekolah yang belum ada namanya, agar segera diberi nama, sehingga bisa di SK-kan. ” SK ini sebagai salah satu persyaratan administrasi untuk meraih akreditasi dari Perpusnas ” imbuhnya.(Marbun/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *