562 views

Rion, Warga Lubuklinggau Diduga Menjadi Salah Satu Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182

LUBUKLINGGAU-LH: Mendung di Kota Lubuklinggau menjadi pertanda duka bagi Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat Komersial Sriwijaya Air SJ 182 Rute Jakarta-Pontianak (Sabtu, 09/01/2021-Red) asal Lubuklinggau Rion Yogatama warga Jalan Kenanga II Lintas Kecelakaandikabarkan hilang kontak dan RT 06 Kelurahan Senalang, Kecamatan Kubuklinggau Utara 2.

Saat ditelusuri dikediamannya, Putra Pertama dari Pasangan Riawan dan Oni Kartika Sari ini berangkat dari Lubuklinggau Pada Jum’at (08/01/2021-Red) Pukul 11.50 WIB dari Bandara Silampari Lubuklinggau menggunakan maskapai Batik Air tujuan Bandara Soekarno-Hatta Cingkareng dengan ketibaan Pukul 13.00 WIB.

Disampaikan pamannya Suyitno (Anggota DPRD Lubuklinggau), “ Rion baru bekerja di Pontianak Kalimantan Barat pada pengerjaan menara yang sebelumnya di Jakarta “ ujarnya (Sabtu Malam,09/01/2021-Red).

Vivi merupakan istri dari Rion, sempat memberitahukan bahwa Rion yang harusnya berangkat ke Pontianak menggunakan Nam Air, namun ketinggalan Pesawat. “ Suamiku ketinggalan Pesawat, karena berangkatnya Pagi Pukul 07.00 WIB Pada Sabtu (09/01/2021-Red). Lalu suami bilang dialihkan ke penerbangan Pukul 13.00 WIB via Maskapai Sriwijaya Air “ pungkas Vivi (09/01/2021-Red).

Setelahnya Vivi mengisahkan, Sekira Pukul 15.00 WIB dirinya mencoba kontak ke Suaminya tapi tidak bisa. Mencoba kontak ke teman kerja, katanya juga sudah berupaya mencari tahu, tapi tetap hilang kontak. Keluarga masih berupaya mencari tahu dan menghubungi Call Center Maskapai yang tayang di TV. Keluarga juga berupaya ke Jakarta untuk melapor ke Satgas. Vivi berharap semuanya selamat dan tidak terjadi apa-apa, dan saat ini sudah ada keluarganya yang berada di Bandara untuk mencari informasi.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh Wartawan LH (liputanhukum.com), bahwa Pesawat komersial Sriwijaya Air tipe Boeing 737-500 rute Jakarta-Pontianak ‘diduga jatuh’ sekitar Pukul 14.40 WIB Pada Sabtu (09/01/2021), yang kemungkinan di sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Laut Jawa. (Awang/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *