1.203 views

MEDAN LAUTAN BANJIR AIR MENCAPAI 6 METER HINGGA ATAP RUMAH WARGA

MEDAN-LH: Banjir melanda Kota Medan dan sekitarnya. Mungkin, inilah Banjir terparah sepanjang sejarah Ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu melebihi banjir Pada Tahun 2002 yang lalu. Ketinggian air ada yang mencapai 6 Meter hingga atap rumah warga. Tujuh dari 21 Kecamatan yang ada di Kota Medan terkena dampak banjir kali ini. Ke-7 Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Medan Maimun, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Petisah dan Medan Polonia. Bahkan berdampak sampai keluar Kota Medan.

Hujan deras sejak Kamis Malam ditambah Debit Air yang cukup besar dari Hulu Sungai mengakibatkan kenaikan tinggi muka air di Daerah Aliran Sungai (DAS) menimbulkan luapan air. Ada 3 DAS yang berhubungan langsung ke Kota Medan yaitu Sungai Deli, Sungai Sunggal, Sungai Babura dan Sungai Denai.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Wartawan LH (liputanhukum.com) dari Warga, bahwa banjir mulai masuk perumahan warga sekitar Pukul 23.00 WIB (Kamis Malam, 03/12/2020-Red) diduga akibat jebolnya tanggul yang ada disekitar perumahan.

Akibat banjir ini, ribuan (3.000-an) Rumah Warga terndam banjir. 3 Orang dinyatakan tewas dan 3 orang dinyatakan hilang akibat terhanyut aliran arus air banjir. ” Ada korban hari ini, tadi malam jam 01.00 WIB, 6 Orang, 3 Orang belum ditemukan, 3 sudah ditemukan meninggal dunia ” pungkas Gubsu Edy Rahmayadi saat meninjau lokasi banjir di Tanjung Slamat Medan, Jumat Pagi (04/12/2020-Red).

Belum dapat diketahui secara pasti taksasi kerugian materiil akibat banjir ini. Yang pasti, Gubernur Edy meminta kepada seluruh Warga Sumut untuk berdoa kepada Para Korban. Edy juga menyampaikan bahwa Banjir wabah banjir juga terjadi di daerah lain di Sumut. ” Tebing tinggi, Sergai, Deli Serdang, Humbahas, Medan, Binjai. Ini karena cuaca saat ini. Inilah yang saya imbau kepada Seluruh Pejabat yang membawahinya untuk mewaspadai dan seluruh rakyat kita tetap harus waspada ” himbau Gubsu itu.

Dari hasil pantau LH di lapangan,Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Medan sudah melakukan evakuasi di beberapa kecamatan, yaitu Medanjohor, Medan Maimun, Medan Sunggal dan Medan Tuntungan. Sebanyak 181 Jiwa sudah dievakuasi dengan rincian Anak-Anak 50 Orang, Balita 38 Orang, Dewasa 67 Orang, dan Lansia 26 Orang. Tampak personel mulai bergerak menyisir banjir di Kecamatan Medan Helvetia yang terimbas luapan Sungai Sunggal.

Menurut data yang didapatkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan bahwa banjir kali ini telah merendam 2.773 Rumah. Sebanyak 1.983 Kepala Keluarga dan 5.965 Jiwa terdampak banjir di Medan.

Redaksi LH juga mendapat kiriman Video Amatir dari Warga Kota Medan yangmana dalam Video tersebut terdengar suara seorang wanita meminta-minta tolong karena rumahnya sudah terendam banjir. Wanita tersebut naik ke atas atap rumahnya sambil terus melakukan perekaman memakai Telepon selularnya sambil berteriak-teriak “ tolong-tolong bantu kami. Tolong sebarkan Video ini, tolong share video ini. Tolong kami… kami di Plamboyan Island, tolong kami. Banyak nenek-nenek, oppugn-oppung, anak-anak, tolong kami “ demikian teriakan Seorang Wanita dalam Video amatir tersebut (Kamis, 04/12/2020-Red). (Badri K/Red)

VIDEO AMATIR TERIAKAN WARGA DITENGAH BANJIR KOTA MEDAN:

KOTA MEDAN DILANDA BANJIR

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *