191 views

MEMPRIHATINKAN! Terbesar Sepanjang Masa Pandemi Kasus Baru Positif Covid-19 Di DIY, Apa Penyebabnya ?

YOGYAKARTA-LH: Berita yang mengagetkan sekaligus memprihatinkan terkait penambahan baru harian (dalam kurun waktu 24 Jam) Orang Positif Terpapar Virus Corona (Covid-19) terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yakni 82 Kasus. Kejadian ini sekaligus memecahkan rekor yang pernah terjadi Pada Tanggal 19 September 2020 yaitu 74 Kasus dalam Kurun Waktu 24 Jam. Hal ini sesuai pengumuman yang disampaikan oleh Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih melalui keterangan tertulisnya yang disampaikan kepada Para Wartawan. ” Untuk hari ini ada penambahan 82 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DIY. Sehingga jumlah kasus positif (COVID-19) di DIY sebanyak 3.744 kasus ” pungkas Berty (Kamis, 29/10/2020-Red).

Menurut Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 ini, bahwa penyebaran Virus yang sangat berbahaya ini meliputi Kota Yogyakarta 2 Kasus, Kabupaten Bantul 68 Kasus, Kabupaten Kulon Progo 1 Kasus, Kabupaten Gunungkidul 3 Kasus dan Kabupaten Sleman dengan 8 Kasus. Sebagian besar Kasus Baru tersebut didominasi hasil Screening pendidikan. ” Untuk distribusi kasus berdasarkan riwayat, dari hasil tracing kontak kasus ada 7, screening pendidikan 64 kasus, screening karyawan 2 kasus, periksa mandiri 2 kasus dan masih dalam penelusuran ada 7 kasus ” jelasnya.

Disisi lain, menurut Berty, jumlah kasus sembuh mengalami penambahan sebanyak 51 Kasus. Sehingga total yang sembuh COVID-19 di DIY saat ini menjadi 3.064 orang dengan rincian Kota Yogyakarta dengan Nihil Kasus, Kabupaten Bantul Nihil Kasus, Kabupaten Kulon Progo 7 Kasus, Kabupaten Gunungkidul Nihil Kasus dan Kabupaten Sleman 44 Kasus. Sementara untuk Kasus yang meninggal dunia (dalam kurun 24 Jam terakhir) bertambah 1 Orang sehingga total keseluruhan menjadi 91 Orang meninggal dunia.

Terkait kesediaan dan persiapan Rumah Sakit untuk Pasien Covid-19 di DIY, menurut Berty masih cukup banyak persediannya. ” Penggunaan Tempat Tidur RS Rujukan COVID-19 di DIY hari Kamis (29/10/2020-Red), untuk TT Critical ketersediaan ada 48 dan penggunaan 22. Sehingga saat ini sisa 26 TT ” terang Berty.

Untuk tempat Non Critical masih tersedia cukup banyak dari 27 Rumah Sakit rujukan Covid-19 di DIY. ” Untuk tempat tidur yang non critical, ketersediaan ada 404 Tempat Tidur, penggunaan 150 Tempat Tidur. Sehingga sisanya masih ada 254 tempat tidur ” papar Berty Murtiningsih.

Dalam uraian akhir keterangan tertulisnya, Berty menyampaikan bahwa “ Hingga hari ini, jumlah total Suspek di DIY saat ini mencapai 13.841 Orang. Dari 13.841 Orang itu, 3.744 dinyatakan Positif Confirm COVID-19 dengan rincian 3.064 Orang dinyatakan sembuh dan 91 Meninggal. Sedangkan untuk Kasus Aktif, saat ini mencapai 589 kasus dengan Case Recovery Rate 81,84 % dan Case Fatality Rate 2,43 % “ urai Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 itu.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah Mengapa potensi penyebaran Pandemi Covid-19 ini tiba-tiba meningkat drastis di Kota Pelajar ini ? Untuk menjawab pertanyaan ini Redaksi LH (liputanhukum.com) telah membentuk Tim Liputan yang sudah mulai melakukan pemantauan dan investigasi langsung di Wilayah Hukum DIY. Hasilnya akan dipublikasi secepatnya dengan terus akan melakukan koordinasi, konfirmasi dan atau klarifikasi dengan Tim Gugus Covid-19 Provinsi DIY dan Pihak Terkait lainnya.

Salah satu yang menjadi Obyek Investigasi adalah adanya informasi dari Warga Masyarakat yang menyampaikan bahwa sudah banyak Tempat Hiburan Malam yang bermoduskan Warung Makan/Minum yang buka sampai larut malam bahkan sampai pagi. Yang lebih bombastis lagi, menurut data dan informasi yang diterima Redaksi bahwa “Warung” ini bahkan membuat hiburan Live Music untuk menarik Para Pelanggannya yang notobene Para Pelajar dan Mahasiswa/i tanpa menggunakan masker. “ Kalau malam biasa paling pengunjung sekitar 30 – 50 Orang Mas, tetapi kalau ada Live Music bisa sampai ratusan pengunjung. Dan mereka semua tidak ada yang menggunakan masker sebagaimana anjuran Pemerintah “ ujar Seorang Warga sekitar yang meminta tidak disebutkan namanya. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *