1.203 views

MENKOPOLHUKAM MAHFUD MD: Penangkapan Akan Terus Berlanjut Terhadap Yang Diduga Menunggangi Aksi Demo Menolak UU Omnibus Law Ciptaker

JAKARTA-LH: Sesuai informasi yang didapatkan Pemerintah dari Pihak Intelijen tentang Terduga Para Penunggang Aksi Demo Menolak UU Omnibus Law Ciptaker, maka Pihak Pemerintah melalui Aparat Penegak Hukum (APH) terutama dalam hal ini Pihak Kepolisian akan terus melakukan penagkapan terhadap Orang-Orang Terduga tersebut. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD pada Acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7 Pada Rabu (14/10/2020-Red). “(Pemerintah dapat) Informasi Intelijen. Kita sudah punya Siapa bertemu Siapa, ngomong apa, dimana, itu ada. Dan sekarang mulai ditangkap-tangkap, dan masih akan berlanjut ” pungkas Mahfud MD.

Sejauh ini telah ada 8 Anggota KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) yang telah diamankan Pihak Aparat Kepolisian. Menkopolhukam Mahfud MD mengaku sudah menginstruksikan kepada Kepolisian RI untuk menindak pihak-pihak yang diduga menjadi dalang kerusuhan Aksi Demonstrasi UU Cipta Kerja agar diproses secara hukum. Mahfud menegaskan kali ini tidak ada lagi kompromi politik kepada para pelaku tersebut. ” Nanti biar dilihat publik buktinya apa ” tutur Mahfud dalam Acara Mata Najwa tersebut.

Pada Acara Mata Najwa itu, Mahfud mengaku bahwa Pemerintah dan Aparat sudah mengantongi bukti-bukti soal Aktor Intelektual yang membuat Demonstrasi Penolakan UU Cipta Kerja menjadi ricuh. Mahfud menyampaikan bahwa salah satu Aktor Intelektualnya berasal dari KAMI. Hal itu dikatakan Mahfud saat Pembawa Acara Najwa Shihab mengkonfirmasi soal dugaan keterlibatan KAMI sebagai salah satu Aktor Intelektual atas kerusuhan di sejumlah Aksi Demo Penolakan UU Omnibus Lawa Ciptaker. ” Yang jelas kan, Aparat Kepolisian sudah menangkap sejumlah Aktivis KAMI, dan disebutkan, sangkaannya itu Ujaran Kebencian, Penghasutan yang terkait demo yang menentang Cipta Kerja yang berakhir ricuh. Jadi, ketika Anda di awal menyebutkan Pemerintah akan memproses hukum, ini salah satunya ? “ tanya Najwa.

Kemudian Mahfud MD menjawab pertanyaan Najwa tersebut, ” Iya, kan sudah sejak awal. Sebelum, demo itu sendiri kita sudah punya data-data, siapa bicara apa, instruksi apa, rencana apa, itu gunanya intelijen. Intelijen itu di setiap Negara ada dan sah secara hukum ” jawab Mahfud tegas.

Sebagaimana sudah banyak dipublikasi bahwa sebelumnya, Polri telah menangkap 8 Orang yang terafiliasi dengan KAMI pada Jum’at (09/10/2020-Red). Ada 4 orang yang ditangkap di Medan dan 4 lainnya di Jakarta. Dari 8 Orang itu, 3 diantaranya Anggota Komite Eksekutif KAMI, yakni Syahganda Nainggolan, Anton Permana, dan Jumhur Hidayat. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Selain itu, ada nama Khairi Amri Ketua KAMI Medan, kemudian Juliana, Devi, dan Kingkin. (Fahdi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *