687 views

VIRALISASI PEMERIKSAAN BUPATI LABURA KSS OLEH KPK DIDUGA SARAT MUATAN POLITIK

LABURA-LH: Viralnya Pemberitaan Tentang Pemeriksaan Bupati Labura H. Kharuddin Syah Sitorus (KSS) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Saksi, 2 Hari terakhir ini baik di Media Massa Maenstream maupun di Media sosial (Medsos), diduga kuat sarat dengan muatan politis menjelang Pilkada Serentak 2020. Dugaan ini dihubungkan dengan rencana akan ikut sertanya Anak Kandung KSS yang bernama Hendriyanto Sitorus sebagai kandidat yang akan bertarung di Pilkada Labura 2020. Hal ini disampaikan beberapa Tokoh Masyarakat Labura antara lain Hasanuddin Naibaho.

Mantan Kepala Desa yang juga aktif diberbagai Forum Kemasyarakatan di Labura ini ketika dimintai tanggapannya oleh LH menyampaikan “ Saya tidak berkapasitas mengomentari persoalan hukumnya, Saya orang yang setuju kalau ada pelanggaran hukum memang wajib ditindak. Namun, yang Kami sayangkan adalah ketika terkesan ada penggiringan opini yang sarat dengan nuansa politiknya. Apalagi berita yang beredar itu sebahagian menebarkan berita yang tidak bertanggung jawab. Banyak kami lihat berita yang viral itu tidak sesuai fakta. Misalnya, faktanya baru terperiksa sebagai saksi, tapi ditulis menjadi Tersangka. Ini kan pembohongan publik “ pungkas Hasanuddin melalui Telepon Selularnya (Kamis, 11/06/2020-Red).

Ketika dipancing bagaimana pendapatnya tentang kepemimpinan KSS selama 2 Periode ini ? Hasanuddin Naibaho menjawab “ tidak ada gading yang tak retak tak ada manusia yang tak bersalah. Jadi Pak Haji Buyung Bupati kami sebagai manusia biasa pastilah ada kesalahan. Tapi andaikata Saya boleh bertaruh, jujur Saya sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada Saya pikir yang mampu menandinginya untuk berbuat yang terbaik bagi Masyarakat Labura “ jawab Mantan Kades Jauh sebelum KSS menjadi Bupati itu.

Lebih lanjut, sewaktu Hasanuddin dimintai tanggapannya terkait Viralisasi Pemberitaan yang menurutnya sebahagian tidak sesuai fakta itu dalam hubungannnya dengan penggiringan opini sehingga terkesan sarat nuansa pilitknya, korelasinya apa padahal kan KSS tidak bisa ikut Calon Bupati lagi karena suda 2 Periode ? “ Nah, pancingan pertanyaan ini yang saya tunggu. Jadi begini ya, sudah menjadi rahasia umum bahwa Anak Bang Haji Buyung yang bernama Hendri, yang sekarang Anggota DPRD Labura bahkan sudah 2 Periode itu, kan rencananya akan ikut menjadi Kandidat Calon Bupati Labura yang akan bertarung pada Pilkada nanti. Jadi mungkin, mungkin loh ini, bukan menuding, orang yang tidak suka atau berseberangan politik berupaya untuk mencari celah kesalahan Orang Tuanya dalam hal ini Bupati sekarang Bang Haji Buyung dengan prakiraan bila Bang Haji Buyung punya masalah maka akan berpengaruh negatif terhadap anaknya dalam hal ini Si Hendri. Padahal kan belum tentu “ ungkap Hasanuddin panjang lebar.

Tokoh Masyarakat Labura lainnya, yang sempat dihubungi LH terkait hal ini, adalah Rahim Munteh. Kepada LH Rahim menyampaikan “ perang media itu biasa dalam dunia politik. Terlebih-lebih ini menjelang Pesta Politik Pilkada 2020 di Labura. Dalam dunia politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi yang ada hanyalah kepentingan. Bahkan terkadang dalam pentas politik bisa saja menghalalkan segala cara. Namun, idealnya harusnya sebagai umat beragama tetap kita harus menjaga norma dan etika. Idealnya, yang benar itu haruslah dikatakan benar, yang salah itu haruslah dikatakan salah. Jangan sampai diputarbalikkan. Kita juga menyayangkan kalau ada pemberitaan yang tidak benar alias HOAX “ ujar Rahim melalui Telepon Selularnya.

Ketika diminta tanggapannya tentang kepemimpinan KSS selama menjadi Bupati, Rahim Munteh mengatakan “ dibanding sewaktu Labuhanbatu belum dimekarkan, jelas sekarang ini kami masyarakat Labura merasa jauh lebih dekat dengan Bupati kami. Bukan melebih-lebihkan ya, Pak Haji Buyung Bupati kami ini, sangat dekat dengan Masyarakatnya. Bayangkan, ada orang meninggal selama beliau diberitahu dimanapun beliau pasti datang. Ada orang pesta beliapun datang. Minimalnya, beliau mengutus orang untuk mewakilinya. Itu gaya kepemimpinan beliau yang mungkin susah didapatkan. Mudah-mudahan lah anak beliau nanti kalau Insya-Allah terpilih mengikuti jejajk Ayahnya. Atau siapapun yang menggantikan Beliau, kami Warga Labura sangat mendambakan model kepemimpinanan Pak Haji Buyung ini yang sangat dekat dengan rakyatnya “ kata Rahim menceritakan gaya kepemimpinan KSS.

KSS sendiri, ketika dihubungi LH melalui Telepon Selularnya (Rabu, 10/06/2020-Red) terkait berita yang viral tentang dirinya, menyampaikan “ mungkin pemberitaan yang heboh ini ada kaitannya dengan rencana Anak Saya yang ikut Calon Bupati pada Pilkada serentak nanti “ pungkasnya singkat.

Naifnya lagi, pemeberitaan yang beredar ini ada yang tidak sesuai Fakta Hukum, misalnya ada isi berita yang meng-ekspos KSS ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. Bahkan ada pemberitaan yang menyatakan sudah ditahan KPK. Padahal, KPK sendiri melalui Plt Juru Bicaranya Ali Fikri menyampaikan bahwa KSS diperiksa sebagai saksi terkait kasus Pejabat Non-Aktif Kementerian Keuangan Yaya Purnomo yang sudah divonis sebagaimana telah diberitakan LH (Rabu, 10/06/2020-Red).

Salah Seorang Pegiat Media Massa dan Media Sosial Bagus JWP, SH ketika diminta pendapatnya terkait hal ini menyatakan “ Pemberitaan seperti ini jelas tidak Obyektif dan tidak Faktual (Sesuai Fakta-Red) “ pungkasnya ketika dihubungi LH melalui WhatsApp-nya (Kamis, 11/06/2020-Red).

Bagus melanjutkan, “ Pemberitaan itu harusnya penuh kehati-hatian. Obyektifitas pemberitaan itu sangat menentukan kualitas Media Massa itu sendiri. Belum lagi Prinsif Ke-berimbang-an berita menjadi syarat yang sangat penting dan wajib dipenuhi sebagaimana diamanahkan UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Media Massa tidak baik kalau hanya mengejar Aktualita tanpa memperdulikan Faktualitanya “ tambah Bagus yang juga sebagai Direktur Investigasi NGO Indonesi Law Enforcement (ILE) itu.

Memang apa yang disampaikan Bagus ketika dihubungkan dengan Viralnya pemberitaan tentang Bupati Labura ini, banyak benarnya. Kalau ditelaah pemberitaan yang ada, banyak berita itu yang tidak memenuhi unsur dan prinsif pemberitaan yang Obyektif, Faktual dan Berimbang. Bahkan ada yang bermuatan kebohongan dan atau minimal tanpa dasar dan atau sumber pemberitaan yang benar sehingga pemberitaanya bernilai HOAX.

Terkait berita yang viral tentang KSS ini, Kadis Kominfo Labura Drs Sugeng menyampaikan ” Kita enggak tahu dari mana Sumber Informasi yang beredar itu. Kita pun heran mengapa muncul berita seperti itu ” ujar mantan Kabag Humas Pemkab Labuhanbatu itu sebagaimana dilansir oleh Antara (Rabu, Pukul 23:06; 10/06/2020-Red). (TIM/Red)

BERIKUT VIDEO KLARIFIKASI KSS Yang Didownload Dari Medsos:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.