516 views

TERLALU !!! Situasi Pandemi Covid-19 Begini Masih Ada Manusia Yang Membuat Keruh Suasana Dengan Membagikan Nasi Bungkus Cap “Nasi Anjing” di Warakas Jakarta Utara

JAKARTA-LH: Dalam suasana Pandemi Covid-19, terlebih-lebi DKI Jakarta sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih ada saja Sekelompok Manusia yang tega memperkeruh suasana dengan membagikan Nasi Bungkus yang diberi Cap “ Nasi Anjing” dan berlogo Kepala Anjing. Apapun alasan Kelompok yang membuat ini, jelas-jelas tidak bisa dianggap sebagai dagelan. Terlebih-lebih dalam suasana Bulan Suci Ramdhan dan yang dibagi adalah Warga disekitar Masjid Babah Alun Warakas, Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Sontak, masyarakat Warakas merasa tersinggung dan dilecehkan oleh Pemberi Nasi Bungkus ini.

Masyarakat dan Warga Warakas merasa tersinggung karena terdapat Cap Kepala Anjing di bungkusan nasi tersebut dan disertai tulisan “Nasi Anjing”. Akhirnya kasus ini dilaporkan kepada Pihak Kepolisian dan Viral di Media Sosial dan Media Massa.

Pihak Kepolisian pun langsung mengusut kasus ini. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus ” Warga yang menerima makanan tersebut merasa dilecehkan dengan pemberian bungkusan nasi dengan tulisan Nasi Anjing, dengan asumsi bahwa isi dari bungkusan makanan adalah daging anjing. Serta kenapa warga umat muslim diberikan makanan anjing ” ujar Yusri Yunus (Minggu, 26/04/2020-Red).

Pihak yang membagikan Nasi Bungkus yang membuat geger ini adalah Kelompok yang menamakan dirinya ARK Qahal. Dari hasil penyelidikan Pihak Kepolisian ternyata Kelompok ini memang sengaja menamai nasi bungkus tersebut dengan nama Nasi Anjing. Namun, Pihak ARK Qahal mengaku tak ada niat untuk melecehkan Pihak Yang Menerima bantuan tersebut. Pihak ARK Qahal mengatakan nama Nasi Anjing dipilih karena Porsi Nasi yang lebih besar dibanding Nasi Kucing. Selain itu, mereka menganggap Anjing merupakan hewan yang setia sehingga tak ada unsur pelecehan pada pemilihan diksi hewan itu untuk makanan.

Terkait kejadian ini, seorang tokoh masyarakat Jakarta Utara yang enggan disebut namanya menyampaikan kepada Wartawan LH bahwa “ Kita sebagai Warga khususnya yang beragama Islam sangat menyesalkan kejadian ini. Semua orang tau bahwa Umat Islam tidak boleh makan Daging Anjing karena diharamkan Ajaran Islam “ pungkasnya sambil berlalu dengan alasan suda mau berbuka puasa (Minggu Sore, 26/04/2020-Red). (Fahdi R./Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.