395 views

WALIKOTA BOGOR BIMA ARYA POSITIF TERINFEKSI VIRUS CORONA, KOTA BEKASI BERENCANA LAKUKAN LOCKDOWN

JAKARTA-LH: Walokota Bogor Bima Arya dinyatakan Psitif Terinfeksi Virus Corona (Covid-19). Bima menjalani rapid test pada Selasa (17/03/2020-Red), kemudian hasilnya diperoleh pada Kamis Sore (19/03/2020-Red). Hal ini sesuai pemberitahuan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Jumat, 20/03/2020-Red).
Kejadian ini terjadi dimana sebelumnya Bima Arya belum lama pulang dari Turki dan Azerbaijan dalam rangka kunjungan kerja.
” Hasil tesnya adalah positif. Itu adalah hasil tes cepat yang kita lakukan sejak Sabtu. Ada enam-lima yang terpapar positif salah satunya adalah Wali Kota Bogor ” pungkas Emil panggilan akrab Ridwan Kamil (Jumat, 20/03/2020-Red).
Masih menurut Emil, bahwa Bima panggilan akrab Walikota Bogor itu sudah mengisolasi diri sambil pengobatan intensif di RSUD Bogor. ” Posisi hari ini Pak Bima Arya sudah mengisolasi diri di RSUD Kota Bogor “ ujar Emil.

KOTA BEKASI BERENCANA AKAN MELAKUKAN LOCKDOWN

Sementara itu, Kota Bekasi yang merupakan salah satu Kota Penyanggah Ibu Kota berencana akan melakukan Lockdown apabila situasi peningkatan Penyebaran Virus Corona di Jakarta semakin meningkat. Pemkot Bekasi mengaku siap mengantisipasi kemungkinan terburuk jika angka penyebaran virus corona terus meningkat di Jakarta.

Hal itu diutarakan Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi, Sajekti Rubiyah. Pemkot Bekasi, kata dia, bisa saja mengambil opsi lockdown jika jumlah pasien positif corona di Jakarta terus meningkat. ” Ya kalau memang di wilayah di luar Bekasi lebih tinggi, masalahnya masyarakat Kota Bekasi itu banyak bekerja di Jakarta “ kata Kabag Humas itu (17/03/2020-Red).

Sajekti menambahkan, lockdown di satu sisi memang penting untuk menekan angka penyebaran virus corona di masyarakat, terutama bagi warga Kota Bekasi. Menurutnya, hampir 70 persen warga Kota Bekasi bekerja di Jakarta. Oleh karena itu, menurutnya warga Kota Bekasi, memiliki kemungkinan tinggi untuk terinfeksi. Dengan lockdown, angka penyebaran lewat warga Kota Bekasi yang bekerja di Jakarta bisa diantisipasi. (Arianto/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.