373 views

Pemuda Pemerhati Lingkungan dan Hutan Berharap Kepada Pemerintah Segera Merevisi Regulasi Tentang Hutan

JAKARTA-LH: Koordinator Pemuda Pemerhati Lingkungan dan Hutan (PPLH), Ilham Meminta kepada Pemerintah agar Izin Pemanfaatan Hutan Hatapang di Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara dicabut karna Berpotensi Menjadi Lahan Korupsi Kepala Daerah setempat.

Pemuda Pemerhati Lingkungan dan Hutan (PPLH) berharap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Segera Merevisi beberapa regulasi Sektor kehutanan. Regulasi di sektor Kehutanan dapat Menjadi Kanal baru yang berpotensi Menjadi Tempat Korupsi Pejabat Daerah. ” Indonesia adalah Negara dengan Perusak Hutan Paling Tinggi, dan ada beberapa isu Mengenai Regulasi Sektor Kehutanan yang membuka Potensi Korupsi Kepala Daerah” Ujar Ilham yang juga putra asal Sumut, Jakarta (14/01/2020-Red)

Menurut Ilham, Setidaknya ada Delapan Regulasi yang Menjadi Sasaran Empuk Para Mafia Hutan di Labura. Dua diantaranya termaktub dalam Peraturan Pemerintah, sedangkan enam lainya tercantum dalam Peraturan Mentri Kehutanan. ” Kedua Regulasi yang dapat membuka kesempatan terjadinya Korupsi Kepala Daerah adalah PP No 6/2007 juncto PP No 3/2008 tentang tata Hutan dan Penyusunan Pengelolaan Hutan Serta Pemanfaatan Hutan, dan Regulasi Tentang Perlindungan Hutan dalam PP NO 45/2004 juncto PP 60/2009. Sementra Peraturan Menteri kehutanan yang terindikasi menjadi jalur Korupsi Pejabat Daerah adalah Permenhut P.50/2010 juncto P.62/2012 Tentang Tata cara Pemberian dan perluasan Areal kerja izin Usaha Pemanpaatan Hutan Kayu dalam Hutan Alam, Permenhut P 33/2009 Tentang Pedoman inventarisasi hutan” Sebut Ilham.

Pemuda pemerhati Lingkungan dan Hutan, Ilham mengkhawatirkan kebijakan yang berkaitan dengan izin pemanfaatan hutan dapat memberikan tekanan yang Luas pada Menteri Kehutanan dan pejabat daerah. Dari sana, Ilham-pun beranggapan celah celah Korupsi akan Terbuka Semakin Lebar.
” Akibat Penebangan Hutan Fungsi lahan kian tidak terkendali. Praktek Korupsi pada sektor ini dalam Kondisi Mengkhawatirkan, dan terjadi beberapa tahap, Misalnya dalam Rantai Suplai Industri Kayu melalui dari perizinan, penebangan ” Bebernya.

Ilham Berharap hal ini bisa menjadi Komitmen Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melakukan perubahan dan Revisi sejumlah regulasi yang Berpotensi Merugikan Negara ujar Pemuda pemerhati Lingkungan dan Hutan. (Fadli/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.