BANDUNG-LH: Dua WNI yaitu Pengusaha tekstil asal Kabupaten Bandung Ujang Nuryanto (37 Tahun-Red) beserta teman wanitanya Ai Munawaroh (30 Tahun-Red) diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia. Kejadian tersebut bermula ketika keduanya terbang ke Malaysia pada tanggal 17 Januari 2019. Sepengetahuan Istri Nuryanto (Meli Rahmawati (33 Tahun), suaminya pergi sendiri ke Malaysia pada 17 Januari untuk menagih hasil penjualan kain dari rekan bisnisnya sebesar Rp 7 miliar. Saat Nuryanto tidak bisa dihubungi sejak 22 Januari, keluarga akhirnya menelusuri ke maskapai penerbangan Air Asia.
Dari data maskapai, Nuryanto pergi bersama Ai Munawaroh tanggal 17 Januari dan harusnya kembali pada 23 Januari. Tiket pesawat kepulangan tidak dipakai. Meli mengaku tidak mengenal Ai Munawaroh. Meli mengatakan bahwa baru setahun terakhir ini suaminya bisnis tekstil ke Malaysia. Menurut informasinya yang diperoleh, sedikitnya enam kali Nuryanto pergi ke Malaysia, satu tahun terakhir ini. “Mulai bisnis kain dari Tahun 2004, bisnis ke Malaysia sudah satu tahun. Biasanya ke Malaysia seminggu,” kata Meli saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Baleendah, Bandung. Meli mengaku mengenal salah satu rekan bisnisnya yaitu bernama Mahatir, karena ia pernah berkunjung ke Bandung. Namun sebelum pergi, Meli mengaku suaminya akan bertemu rekan bisnis lainnya bernama Muhammad Jimmy.
Kepergian Nuryanto pertengahan Januari lalu, menurutnya untuk menagih hasil penjualan kain sebesar Rp 7 miliar. Meli mengaku suaminya mengatakan masih ada barang yang belum terjual sebesar Rp 2 miliar.
Menurut Meli suaminya selalu menghubunginya selama berada di Malaysia. “Sabtu, Tanggal 19 nelepon. Senin, Tanggal 21 nelepon juga. Senin malamnya, masih di Tanggal 21 Januari nelepon lagi. Hilang kontak Tanggal 22 Januari,” ungkapnya. Tanggal 23 Januari, Meli dan anaknya terus berusaha menghubungi telepon Nuryanto. Namun hingga kini teleponnya tidak aktif.
Temuan dua mayat dimutilasi di pinggir Sungai Laboh, Selangor, Malaysia, membuat geger publik Negeri Jiran itu pada 26 Januari 2019. Pada saat ditemukan, kepala jenazah tidak ditemukan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber yang enggan disebutkan identitasnya, penelusuran pertama kali dilakukan pihak keluarga Ai Munawaroh. Mereka lah yang pertama kali ke Malaysia dan mendapat informasi mengenai dugaan Nuryanto dan Ai jadi korban mutilasi.
Hal itu diamini salah satu pengacara Nuryanto, Hermawan. Menurutnya keluarga Ai duluan yang pergi ke Malaysia. Baru pada tanggal 1 Februari, tim pengacara ke Malaysia dan 4 Februari adik Nuryanto menyusul. Sementara istri Nuryanto, Meli, mengaku baru mengetahui kabar dugaan suaminya jadi korban mutilasi pada 31 Januari. “Tahu dari adik Aa,” katanya.
Adik Nuryanto pergi ke Malaysia untuk tes DNA. Kabarnya begitu juga dengan keluarga Ai Munawaroh. Mereka sudah dites DNA. Namun menurut Hermawan, pengacara Nuryanto, hasil tes DNA baru akan keluar dua minggu lagi paling cepat, dan paling lambat satu bulan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, pihak kepolisian Malaysia telah menangkap dua terduga pelaku mutilasi WNI di negara tersebut. Dedi menyebutkan, kedua terduga pelaku berkewarganegaraan Pakistan dan merupakan rekan bisnis dari korban. “PDRM (Polis Diraja Malaysia) sudah amankan dua terduga pelaku warga negara Pakistan, yang merupakan teman bisnis dari korban tersebut,” kata Dedi, di Jakarta, Selasa (12/02/2019-Red).
Menurut Dedi, pihak kepolisian Malaysia meminta beberapa bukti terkait kedua korban, Nuryanto dan Ai Munawaroh. Bukti itu, antara lain adalah sidik jari, hasil percakapan di aplikasi pesan instan Whatsapp, dan informasi transaksi keuangan untuk rekening atas nama Nuryanto. Dedi menjelaskan, bukti-bukti tersebut dibutuhkan kepolisian di Malaysia untuk membongkar kasus tersebut. “Penguatan alat bukti ini sangat penting meyakinkan Kepolisian Diraja Malaysia untuk korban dan untuk memutuskan betul-betul kedua tersangka yang saat ini diduga dalam proses penanganan PDRM betul pelakunya,” kata Dedi. Kepolisian RI akan mendukung polisi Malaysia dalam penanganan kasus tersebut.
Sementara itu diketahui bahwa Ai Munawaroh (30) merupakan warga Desa Jatisari, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. “Iya dia (Ai Munawaroh) warga sini, tapi mereka warga pendatang,” ujar Ketua RW 11, Endang Abdul Rohman di lokasi, Rabu (13/02/2019-Red). Menurut Endang, Ai Munawaroh baru tinggal di Desa Jatisari sekitar 6 bulan lalu. Dia mengikuti orangtuanya Uka Sukaesih yang sudah tinggal sebelumnya di sana bersama suaminya. “Kalau Ai baru tinggal di sini sekitar 6 bulanan, belum lama. Dia ikut ibunya di sini. Mereka keluarga pendatang,” ujarnya.
Janda cantik Ai Munawaroh sempat meminta izin kepada keluarganya untuk menemani calon suaminya, Ujang Nuryanto ke Malaysia. Ai Munawaroh akan dijadikan sebagai istri kedua Nuryanto setelah kembali dari Malaysia. Keduanya sudah berencana menikah siri. Tapi takdir berkata lain. “Rencananya mau nikah bulan ini. Dia (Ai Munawaroh) izin satu minggu ke Malaysia. Katanya mau temani calon suaminya karena ada urusan bisnis di sana. Setelah kembali langsung menikah,” ucap tetangga Ai Munawaroh, Ugan Saefullah kepada wartawan LH Rabu (13/02/2019-Red). Ugan menambahkan, Ai Munawaroh adalah janda dengan dua anak. Kedua anaknya masih kecil-kecil. Ai menjanda setelah bercerai dengan suaminya. Dikatakan Ugan, kedua orang tua Ai Munawaroh juga sudah lama cerai. Setelah cerai, ayah Ai Munawaroh tinggal di Bekasi, sementara ibunya tetap tinggal di Kampung Buni Jaya, Jaya, RT 04/RW 11, Desa Jati Sari, Kecamatan Kutawarungin, Kabupaten Bandung. (Ary Gunawan/Red)
