67 views

OKNUM PEJABAT PEMDA BEKASI DINAS DI HOTEL BERSAMA WANITA CANTIK

BEKASI-LH: Kamis siang (11/6/2015-Red) pekan lalu tepatnya pukul 12.00 WIB Pak Dul seorang wartawan senior yang sehari harinya bertugas meliput di Istana Kepresidenan saat keluar hotel S di bilangan kota Bekasi yang tengah menjemput temannya wartawan elektronik dari batam yang menginap di hotel S , tersentak kaget. Mobil sedan Camry berwarna kuning telur yang diperolehnya dari mantan Presiden RI itu, hampir saja ditabrak sebuah mobil kijang krista warna hijau bernomor polisi B 2xxxHU yang melaju kencang memasuki areal hotel S . Karena kaget, pak Dul langsung banting stir lalu membuntuti mobil tersebut untuk memuaskan rasa kesal dan penasarannya.

Setibanya dipintu samping gedung belakang hotel S itu, tiba tiba saja seorang wanita cantik berpakaian batik lengkap dengan ID card atau tanda pengenal layaknya seorang PNS turun dari mobil kijang krista berwarna hijau tua itu secara terburu buru lalu memasuki kamar 1111 hotel tersebut.

Setelah menurunkan wanita itu, mobil kijang krista berwarna hijau tersebut pun parkir menghadap jendela kamar 1111 yang dimasuki wanita cantik berjilbab itu. Tak lama kemudian turun 2 orang pria dari mobil itu. Pria yang satu bertubuh tinggi gemuk sedangkan yang satu lagi pendek dan terlihat lebih tua.

Melihat itu, pak Dul tidak tinggal diam naluri jurnalisnya pun didayagunakannya. Memotret dan mendokumentasikan peristiwa itu dengan handy camnya. Pak Dul memang jeli, tak percuma seorang wartawan senior, selidik punya selidik, ternyata mobil kijang krista berwarna hijau tua yang hampir menabraknya itu adalah kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten Bekasi. Mobil tersebut menggunakan plat hitam bukan plat merah seyogyanya mobil dinas pemerintah biasanya.

Dasar memang wartawan tahu aja . “Nah … Kena kamu … Tunggu nanti kamu keluar ” , ucap Pak Dul dalam hatinya mengobati rasa kaget dan kesalnya karena hampir ditabrak mobil tersebut ketika keluar hotel S.
Sesudah mengetahui kamar dan memfoto kegiatan oknum PNS tersebut, Pak Dul pun melaju keluar hotel dan menunggu oknum tersebut sampai keluar hotel. Kira-kira empat jam lebih di dalam kamar hotel, oknum wanita PNS tersebut pun keluar bersama pasangannya masuk ke Blue Mall Carrefour untuk belanja dan makan.Lebih satu jam kemudian, mereka kembali masuk Hotel S sampai kira kira hampir magrib.

Kedua pasangan itu pun keluar hotel S dan melaju menuju wilayah kabupaten Bekasi untuk pulang ke rumah masing- masing. Separuh perjalanan pulang, wanita cantik berjilbab diturunkan dijalan di seputar perumahan di daerah Babelan kabupaten Bekasi.

Setibanya di rumahnya, oknum PNS yang mengaku bernama As bertugas di Dinas Kebersihan dan Pemakaman Umum Pemerintah Kabupaten Bekasi itu, ketika dikonfirmasi tentang keberadaannya di hotel S mengatakan , sedang ada tugas dinas bersama beberapa stafnya dengan pihak PLN terkait verifikasi kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari PLN. Ketika ditanya perihal Surat perintah Tugas dan legitimasi apa yang dimiliki terkait tugas dinas yang dimaksud, sementara berdasarkan aturan Peraturan Pemerintah, bahwa pejabat eselon tidak dibenarkan bertemu dengan pihak terkait secara sembunyi sembunyi apalagi di hotel yang sedianya biasa digunakan tempat mesum ? Oknum PNS tersebut langsung terdiam sejenak dan wajahnya langsung pucat dan berkeringat , “Sudahlah kawan kawan , apa sih maunya , kita berteman lah … Apa yang bisa saya bantu.. Tolonglah jangan diberitakan, pintanya memelas kepada wartawan yang beramai ramai mendatangi rumahnya saat konfirmasi .

Menurut ketua MORALITY WATCH Hohom Purba, pejabat seperti ini tidak pantas diampuni. Bupati harus tegas. Sangat ironis oknum pejabat tersebut. Baru-baru ini pemerintah kabupaten Bekasi telah dianugerahi penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Artinya pemerintah kabupaten dinilai cukup berhasil dalam memberikan pelayanan kepada publik dan sangat baik dalam penggunaan dan penyerapan anggaran APBD tanpa terindikasi adanya penyelewengan dan penyimpangan keuangan. Eh … malah oknum tersebut bermain kongkalikong terkait pendapatan (PAD) yang bersumber dari PLN di sebuah kamar hotel bersama staf wanita cantiknya. Ini harus dipecat. kata Hohom Purba dengan tegas agar pegawai atau pejabat lain tidak terkontaminasi dan kapok.   (Hom/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *