103 views

Spirit of Life, Spirit Lintas Generasi Seni Rupa Di Jagat Seni Empat Negara

YOGYAKARTA, liputanhukum.com: Closing Pameran Seni Rupa “Spirit of Life” di Artnovation Balai Rupa pada Sabtu (31/10/2026) Pukul 19.00 WIB. Acara ini ditandai dengan digelarnya ‘Press Conference’.

Perhelatan Pameran yang melibatkan empat negara: Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand itu dibuka oleh Wawan Harmawan, SE, MM, Wakil Wali Kota Yogyakarta. Juga turut hadir Vina Montana, Kolektor Lukisan, pada Minggu, (18/10/2026).

Suasana Konferensi Pers dengan begitu santai, duduk lesehan di pelataran Artnovation Balai Rupa yang berlokasi di Jalan Rogocolo, RT 09 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta, sembari menikmati teh dan kopi juga kudapan sederhana.

Ali Umar, Pematung, salah satu peserta pameran sekaligus owner Artnovation Balai Rupa, yang mengawali bicara, memaparkan gagasan ‘Spirit of Life’ bahwa, ” Silaturahmi empat negara (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand), ke depan berharap menjadi kerjasama yang berkesinambungan ” pungkas  Ali Minggu, 01/11/2026).

Selanjutnya, Ketua Kelompok Pameran ‘Inmathabrun’, Heru ‘Dodot’ Widodo, Pelukis, turut menambahkan, ” Masing-masing individu (seniman) punya spirit, punya kekuatan, pengalaman, dan suatu hal untuk bertahan hidup. ” Kata Dodot. Seniman punya seni hidup untuk selaras, serasi dan seimbang ” tandasnya.

Pameran Seni Rupa (Lukisan, Patung, Fotografi) yang melibatkan Perupa dari usia belasan—pelajar Sekolah Menengah Seni Rupa—hingga Perupa senior usia 60-an alumnus ASRI atawa ISI Yogyakarta, diantaranya: Abby Zain (Malaysia), Achid Librianto (Indonesia), Agus Katro (Idn), Alfi Ardyanto (Idn), Ali Umar (Idn), Arif Soesahtidoer (Idn), Awang Darmawan (Idn), Benny Kampai (Idn), Bernard Wora Wari (Idn), Budi Hartono (Idn), Budi Santoso (Idn), Choirudin (Idn), Dio Pamola (Idn), Dr. Ruznee Susaro (Thailand), Donas (Idn), Eko Hand (Idn), Eko Haryono (Idn), Gerard Tirta Kamandanu (Idn), Gustaf Harhari (Idn), Hendra Buana (Idn), Heru “Dodot” Widodo (Idn), Heru Priyono (Idn), Jaja Yusof (Malaysia), Jeng Titik Weber (Idn), Joseph Wiyono (Idn), Julianto (Idn), Khairur Anuar AS (Brunei Darussalam), Muhammad Assiry (Idn), Nugroho Ho2x (Idn), Nur Azizah Zie (Idn), Putri Robert (Idn), RH Satriyo (Idn), Teuku Shabir (Idn), Torres (Idn), Triadiwijoyo (Idn), Yamiek Suharyatno (Idn), Yessi Dwi Rizfiantika (Idn), Yuliono Singsoot (Idn), Supri Monyeng (Idn), Tri Sasongko (Idn), Tri Suharyanto (Idn); menampilkan beragam gaya, corak serta isme dalam seni rupa selain material yang inovatif dan dengan sentuhan teknik kekinian, kontemporer yang tengah gandrung di era mutakhir kini.

Spirit of Life tak berhenti disitu, gagasan-gagasan berkelin dan untuk selanjutnya merencanakan Exhibition berikutnya diantara riuhnya even-even pameran lain di jagat seni rupa Yogyakarta dan tentunya bagaimana market bisa disentuh selain auto, bobot artistik dan estetisnya. Dan ” Bagaimana karya agar disukai orang, dikoleksi orang, dan pada even pameran ini sudah dengan sentuhan tata kelola seni ” ujar Hendra Buana, Pelukis senior juga salah satu anggota pameran, menambahkan.

Perhelatan yang mempererat hubungan keempat negara ini tak lepas dari ” Energi sekaligus dorongan spiritual untuk menghasilkan karya seni rupa dengan menakar rasa dan pikiran sendiri terhadap alam sosial ” mengutip tulisan Pengantar Pameran ‘Spirit of Life’, Hajar Pamadhi, (17/10/2026).

Dan sudah barang tentu, pameran yang disajikan hasil kerja artistik personal seniman dengan seabrek keunikan masing-masing juga kerja keras kolektif serta tata kelola seni, hingga tergelarnya sebuah even, nan patut diapresiasi. Geliat kerja kebudayaan ini masih menunggu langkah-langkah berikutnya, serta sejauh mana sebuah karya bisa menarik interest dari para penikmat dan pecinta seni. (Jun Biull)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.