FOTO Mobil Salah Satu Kandidat Pada Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi (16/09/2026)
BEKASI, liputanhukum.com: Ada 6 Desa di Kecamatan Bojongmangu dari 154 Desa di Kabupaten Bekasi yang bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa, dan pencoblosan bakal digelar ala digital/elektronik. Ini sekaligus moda baru dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Desa — yang akan digelar serentak di 154 Desa di Kabupaten Bekasi dari 180 Desa yang ada, (setelah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Indramayu sebagai “Role Model”).
Kebijakan pelaksanaan Pilkades ini sesuai surat edaran Gubernur Provinsi Jawa Barat Nomor 143/PMD.01/DPM-DESA Tentang Fasilitas Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Secara Elektronik/Digital.
Pemkab Bekasi lewat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sudah gelar simulasi (12/02/2026) di gedung Bupati, Cikarang Pusat, Bekasi. Setiap Desa — termasuk 6 Desa di Bojongmangu — bakal punya 1 TPS e-digital sebagai pilot project, dengan kapasitas 500 pemilih. Pencoblosannya pakai tablet / layar sentuh, dan TPS sisanya tetap memakai manual, pakai surat suara kertas. Tujuannya lebih cepat, transparan, minim kecurangan dan penghitungan langsung rekap digital. Desa Bojongmangu sendiri, nanti DPT-nya dibagi. Contoh, jika DPT 4.300, maka 500 orang dapat undangan TPS Digital, sisanya di TPS manual (TPS 2, 3, dan seterusnya).
Keenam Desa di Kecamatan Bojongmangu tersebut diantaranya; Desa Bojongmangu, Karangindah, Karangmulya, Medalkrisna, Sukabungah dan Desa Sukamukti. Pilkades serentak Kabupaten Bekasi sendiri, pelaksanaan pencoblosannya pada 20 September 2026 dan dilanjutkan pelantikan Kades terpilih 4 November 2026.
Dalam dinamika Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di tingkat lokal seperti Desa Bojongmangu, Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi Jawa Barat, tingkat kesiapan figur calon serta kekompakan tim relawan merupakan kunci dalam konsolidasi dukungan warga, tak terkecuali kandidat calon nomor 2, Haji Arman Sukarna, dengan moto: “Bangkit Bersama, Maju Bersama”, dimana kebersamaan adalah fondasi kokoh gotong royong. Dan dengan motivasi bahwa “(1) Prihatin atas kebekuan Karang Taruna Desa Bojongmangu sebagai wadah pemuda untuk berkreasi dan menempa diri, ternyata tidak berfungsi. (2) Di era reformasi ini, adanya Dana Desa yang disalurkan dari Pusat ke kas Desa lebih mempermudah kerja-kerja pembangunan Desa, berbeda dengan di zaman Orde Baru ” ungkap H. Arman (Rabu, 16/09/2026).
Dan ditengarai, apa yang bakal dilakukan pertama kali jika terpilih sebagai Kepala Desa Bojongmangu periode 2026–2034, bahwa “Yang pertama akan dilakukan adalah konsolidasi dengan mitra Desa yakni BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” pungkasnya.
Lalu dilanjutkan, “Penataan perangkat Desa, internal dan eksternal ” ujar H Arman.
Dan ketika ditanyai tentang lokasi lingkungan Desa yang berada di area Kawasan Industri, H. Arman dengan cermat menjawab, ” Meningkatkan kualitas skill para pemuda agar lebih terampil di bidang masing-masing dengan mengadakan balai-balai pelatihan, dan siap bersaing dan jangan sampai jadi penonton di kampung sendiri ” tandasnya.
Tentu saja soal pembangunan Desa, pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi lokal; seperti yang kita tahu, wilayah Desa Bojongmangu berada di area Kawasan Industri besar, “Zona Segitiga Emas” Bekasi! Selain tampak dari manajemen tim relawan, terbaginya peran kader secara terstruktur dari tingkat Desa hingga TPS (Tempat Pemungutan Suara).
Progres mengenai persentase kekuatan dukungan maupun dinamika internal tim relawan H. Arman Sukarna, calon Kepala Desa Bojongmangu untuk periode 2026–2034, secara spesifik dapat disimak langsung lewat perkembangan pengawalan tim sukses di lapangan, seperti dalam pawai kemarin, Selasa (15/09/2026), di sela masa kampanye tiap calon yang digelar 14–16 September 2026, dengan bergiliran, yang kemudian masuki masa tenang pada 17–19 September 2026. Dan H. Arman Sukarna memasuki masa tenang itu mengisinya dengan menggelar pengajian bersama warga juga kader, Rabu (16/09/2026), jelang hari yang ditunggu-tunggu itu tiba. (Jun Biull)
