424 views

Kalau Bukan Kite Sape Lagi Yang Jaga Kampung Kite

Oleh
Bagus Taradipa, SH

SEMANGAT Pejuang Betawi patut kita acungkan jempol karena semangat dan rasa persatuan itulah Betawi jadi Ibu Kota Negara Indonesia yang bernama Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Termasuk faKtor sejarah yang membawa nama Jakarta jadi terkenal hingga ke penjuru dunia.

Berasal dari Pelabuhan Sunda Kelapa (Abad 14) dibawah kerajaan Sunda yang menjadi Pusat Perdagangan strategis. Di ubah menjadi Jayakarya oleh Fatahillah (1527), lalu Batavia oleh VOC (1619) dan akhirnya menjadi Ibu Kota Indonesia (Jakarta) sejak 1945. Jakarta berkembang pesat menjadi pusat pemerintahan, ekonomi dam kebudayaan

Evolusi Nama dan Kekuasaan
Jakarta mengalami pergantian nama beberapa kali yaitu Sunda Kelapa (Kerajaan Sunda), Jayakarta (Kerajaan Banten), Batavia (Belanda / VOC), Jakarta Tokuburushi (Jepang) hingga Jakarta (Republik Indonesia).

Peran Historis
Awalnya sebagai Pelabuhan Strategis kemudian berkembang menjadi Pusat Pemerintahan Kolonial Belanda di Nusantara dan akhirnya menjadi Pusat Pemerintahan dan ekonomi Indonesia.

Perkembangan Wilayah
Perkembangan Kota bermula dari wilayah Utara (Kota Tua) pada era VOC kemudian meluas ke sektor Weltevreden sejak th 1880.

Ibu Kota Terpadat
Sebagai DKI Jakarta, Kota ini menjadi Pusat kegiatan pemerintahan dan ekonomi terpadat di Indonesia yang menarik Urbanisasi tinggi dan menciptakan kompleksitas sosial ekonomi,

HUT Jakarta
Diperingati setiap tanggal 22 Juni merujuk kepada kemenangan Fatahillah merebut Sunda Kelapa dari Portugis dan mengubah namanya menjadi Jayakarta pada tahun 1527.

Kota Jakarta menjadi pusat Metropolitan yang unik berbudaya dan terus berkembang dengan sejarah yang tertinggal di area Kota Tua. Bukti bersejarah dari Jakarta berasal dari abad ke 4 Masehi. Kota ini sudah di klaim secara beruntun oleh kerajaan bercorak India Tarumanegara , kerajaan Sunda Hindu, Kesultanan Banten, Pemerintahan Belanda, Jepang dan Indonesia.

Hindia Belanda membangun daerah tersebut sebelum diambil oleh Kekuasaan Jepang. Semasa Perang Dunia ke II dan akhirnya Merdeka sebagai bagian dari Indonesia. Jakarta dikenal dengan berbagai nama, Sunda Kelapa selama pendiri Kerajaan Sunda dan Jayakarta atau Jacatra sebelum periode singkat Kesultanan Banten setelah itu Jakarta berkembang dalam tiga tahap. “ Kota Tua Jakarta “ yang dekat dengan laut di Utara berkembang antara 1619 dan 1799 pada era VOC . “ Kota Baru “ antara 1809 dan 1942. Setelah Pemerintahan Belanda mengambil alih Kekuasaan Batavia hingga berakhir 1799.

Menjadi Ibu Kota Negara, DKI menghadapi berbagai masalah yang tidak terdapat di daerah lain yang bukan Ibu Kota Negara. Daerah Jakarta mendapat kekhususan sebagai Derah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta karena kedudukannya sebagai Ibu Kota Negara dan di akui oleh Undang Undang. Julukan Kota Jakarta bermacam macam dari Historis hingga Modern, seperti Kota Metropolitan, “ The Big Durian “ dan “ J – Town “ mencerminkan statusnya sebagai Pusat Bisnis, keramaian dan daya Tarik Unik, serta nama lamanya seperti Sunda Kelapa dan Batavia. Julukan lain yang sempat muncul adalah Kota Seribu Mall, Kota Macet, Kota Polusi dan pernah dijuluki “ Tahi “ di masa lalu.

Pada tahun 2019 dihadapkan dengan berbagai masalah yang tak sanggup teratasi yang melanda seperti Banjir, Air Minum, Polusi, kemacetan lalu lintas.

Tugu Monumen Nasional (Monas) adalah land mark dari Jakarta yang sudah lama menjadi Icon kebanggaan bagi Masyarakat Indonesia. Monas memiliki tinggi 132m dan diprakarsai oleh Presiden Pertama Infonesia yaitu Ir. Soekarno.

Ciri khas Jakarta meliputi Icon budaya Betawi seperti Ondel Ondel, Kuliner kaya rasa seperti Kerak telor dan Soto Betawi, Land mark Ikonik seperti Monas secara karekteristik kota Metropolitan seperti Gedung Pencakar langit , pusat perbelanjaan dan lalu lintas yang padat namun terus berkembang dengan transportasi modern.

Jakarta terkenal dengan berbagai ragam budaya acara tahunan seperti Jakarta Fair dan olej oleh khas seperti Dodol Betawi dan Roti Buaya. Budaya dan kesenian Betawi yang terkenal ke Manca Negara

– Ondel Ondel Boneka Raksasa Icon dari Betawi yang sering Tampil di Festival dan Perayaan
– Lenong Betawi Teater Rakyat tradisional yang menggabungkan komedi dan musiklal
– Pencak Silat Seni Bela diri tradisional
– Musik Khas Gambang Kromong, Tanjidor, dan Keroncong Tugu

Latar Belakang
Pada 8 Januari 1935 nama Kota ini di ubah menjadi Stad Gameente Batavia setelah pendudukan Jepang pada tahun 1942 nama Batavia di ganti menjadi Jakarta oleh Jepang . Batavia diganti menjadi Djakarta Tokubetsu Shi yang berarti “ Kota Khusus Jakarta “. Nama ini tetap digunakan hingga Jepang kalah pada Perang Dunia ke II.

Salah satu Organisasi Masyarakat yang dikenal eksistensinya adalah DEWAN ADAT BAMUS BETAWI yang selalu pro aktif dalam menjalankan visi misi demi menjaga Ibu Kota Jakarta dari upaya upaya orang-orang yang akan meruntuhkan Budaya Masyarakat Betawi.

Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi Bang Eki Pitung hanya tersenyum ketika salah satu Tim dari Lembaga Hukum Dewan Adat Bamus Betawi Bang Bagus Taradipa, SH menyampaikan bahwa saat ini Ketum kami lagi di uji seberapa besar kekuatan untuk tetap focus dan mempertahankan Organisasi ini, dan lucunya ujian itu datang dari dalam Kubu Organisasinya sendiri.

Sami’na Wa Atho Na…niat kita karena Allah Bismillah aje sambil menutup pembicaraan dengan LH.

Tulisan ini merupakan **Disclaimer : Kanal Opini adalah Media Warga. Setiap Opini di kanal ini menjadi tanggung jawab Penulis. Jika ada Pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai Aturan Pers bahwa Pihak tersebut dapat memberikan Hak Jawabnya kepada Penulis Opini, dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.