1,369 views

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto: Jangan Takut Dengan Oligarki

JAKARTA-LH: Persoalan pagar laut tiba-tiba menghebohkan saentero Indonesia. Komisi IV DPR RI pun langsung memanggil Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melaksanakan rapat bersama membahas persoalan Pagar Laut ini.

Dalam rapat bersama dengan Menteri KKP, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto memotivasi KKP agar tidak takut dengan Oligarki. ” Jadi saya rasa tidak perlu, tanpa harus dikasih tahu, kita juga menekankan supaya kementerian tidak perlu takut dengan oligarki ” pungkas politisi Partai Gerindra itu usai rapat bersama KKP di Kompleks Parlemen Senayan (Kamis, 23/01/2025).

” Kami dari DPR ada di belakang Kementerian ” tandas Mbak Titiek dengan nada vokal.

Menurut Titiek Soeharto, kementerian yang menangani kasus pagar laut tidak perlu takut dengan oligarki. Menurut politisi Gerindra ini, dalang pemasangan pagar bambu sepanjang 30 kilometer di perairan Kabupaten Tangerang harus segera diungkap dan diproses secara hukum.

Titiek menegaskan bahwa DPR akan mengawal suara rakyat terkait kasus pemagaran laut. Menurut Putri Presiden RI ke-2 ini (Presiden Soeharto), kementerian juga menjalankan tugas-tugas eksekutif untuk kepentingan rakyat. Sehingga, DPR akan mendukung upaya Kementerian KKP dan lainnya dalam penuntasan kasus tersebut.

Terkait gegernya pagar laut, tampak Mbak Titiek cukup vokal dan tegas menyuarakan agar dalang di balik pemagaran laut segera diungkap. Titek bersama sejumlah pimpinan Komisi IV DPR juga turut meninjau proses pembongkaran pagar bambu di perairan utara Pantai Tanjung Pasir, Tangerang pada Rabu (22/01/2025) yang lalu.

Pada kesempatan itu, Mbak Titiek juga berpesan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid untuk segera menindaklanjuti pelanggaran dalam penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) di area perairan Tanjung Pasir, Teluknaga, Tangerang, Banten.

Politisi Gerindra ini, meyakini bahwa pelaku utama di balik pemagaran laut tersebut adalah perusahaan yang besar. “ Ya kalau enggak perusahaan besar mana mungkin dia bikin pagar seperti itu ya, untuk apa gitu ya ” ujarnya tanpa menjelaskan siapa perusahaan besar tersebut. (Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.