LIPUTANHUKUM.COM: Ribuan Warga menggelar demonstrasi di depan kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam. Mereka menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau. Para demonstran juga menuntut tujuh warga yang ditangkap dan jadi tersangka agar segera dibebaskan.
Untuk pengamanan atas aksi itu, tampak aparat keamanan yang terdiri dari TNI-Polri serta Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam berjaga di lokasi dan sekitar tempat aksi. Massa aksi merangsek naik pagar Gedung BP Batam dan beberapa orang dari peserta aksi tampak melempari Gedung dengan batu. Akibatnya Gedung Otorita Batam itu rusak parah.
Sangat disayangkan kelompok massa yang mengatasnamakan masyarakat Rempang, tidak dapat menahan diri dan melakukan tindakan anarkis. Mereka memaksa masuk kantor BP Batam dengan mendobrak paksa pagar BP Batam. Akibatnya, sejumlah pagar BP Batam runtuh hingga massa berhasil merengsek masuk.
Aksi yang seyogyanya dimulai Pukul 09.00 WIB tampak baru mulai berlangsung sejak pukul 10.00 WIB. Adapun tuntutan massa aksi antara lain pembatalan relokasi warga Rempang, menuntut pembebasan 7 orang yang menjadi tersangka pada demo sebelumnya, hingga Meminta Kepala BP Batam untuk menemui massa.
Akhirnya, Kepala BP Batam Muhammad Rudi menemui langsung para pendemo dan mendengarkan apa yang menjadi tuntutan pendemo. “ Bapak Ibu, Sekali lagi kami mengajak Bapak Ibu untuk dapat bersama kami, Bapak Ibu dapat menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat, kami akan bersama Bapak Ibu untuk mencari solusi terbaik untuk saudara kita ” tandas Muhammad Rudi saat menemui massa demonstran (Senin, 11/09/2023).
Mendengar sambutan Kepala BP Batam ini peserta aksi merasa tidak puas hingga akhirnya berteriak dan melemparkan botol minuman. Puncaknya, sekitar pukul 12.00 WIB massa semakin brutal hingga melemparkan flare ke arah petugas, diikuti dengan pelemparan botol, batu, kayu, tang besi, ketapel dan berujung memasuki kantor BP Batam.
Massa yang berhasil mendobrak pagar dan masuk, terus membombardir dengan batu. Penyerangan tersebar hingga ke wilayah sekitar seperti kantin kantor yang juga diserang. Akibatnya, Para pegawai yang sedang menikmati makan siang, kocar kacir berhamburan karena bom molotov dilemparkan. Termasuk para pegawai BP Batam yang sedang bekerja di lantai 2 sampai kaget dan histeris ketika kaca kena lemparan batu.
Rangkaian aksi anarkis ini menimbulkan korban jiwa luka-luka pegawai BP Batam hingga anggota kepolisian, kerusakan Gedung dan kendaraan yang parkir di sekitar kantor. Korban pegawai BP Batam dan anggota kepolisian mengalami robek bagian dahi dan luka-luka di beberapa bagian tubuh. Tampak para korban dilarikan ke pusat Kesehatan terdekat.
Bahkan, di salah satu video yang viral di YouTube tampak massa melempari Petugas Kepolisian dengan batu dan benda-benda lainnya. Bahkan dikabarkan Dandim 0316/ Batam Letkol Inf Galih Bramantyo turut terluka terkena lemparan batu saat turut mengamankan aksi demonstrasi didepan Kantor BP Batam.
Sampai berita ini ditayangkan, belum terhimpun data resmi dari pihak berwenang berapa jumlah kerugian yang terjadi akibat peristiwa ini. (RD)
