650 views

Peringatan HUT Karang Taruna Ke-62 Sekaligus Menjadi Ajang Pamitan Gubernur Anies Kepada Warga Jakarta

JAKARTA-LH: DKI Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Karang Taruna Ke-62 pada hari ini (09/10/2022) yang dipusatkan di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina Karang Taruna DKI Jakarta. Momen ini juga dijadikan Anies sekaligus sebagai ajang pamitan kepada warga Jakarta mengingat pada 16 Oktober 2022 nanti dirinya sudah purnabhakti sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dalam kata sambutannya, Anies menyebut Karang Taruna punya peran besar saat menghadapi pandemic covid-19 yang menerpa dunia termasuk Jakarta selama kurang lebih 3 tahun. ” Menghadapi pandemi kemarin, anak-anak muda yang bergabung di karang taruna telah menjadi bagian dari yang menyelamatkan sesama warga Jakarta, telah menjadi bagian yang memikirkan soal kemanusiaan ” pungkas Gubernur Anies (09/10/2022).

Untuk itu, Anies Baswedan menyampaikan terima kasihnya kepada Karang Taruna yang sudah membantunya ketika bekerja di Pemprov DKI Jakarta. Lewat kesempatan itu, Anies berharap Karang Taruna bisa terus menjaga solidaritas dan tetap menjadi pilar ke-Indonesiaan. ” Terima kasih telah bermitra selama lima tahun bersama dengan pemprov. Kami di DKI Jakarta, persis pekan depan akan tuntas tugasnya di tempat ini. izinkan dalam kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih, apresiasi, dan mohon pamit tidak lagi berada di Pemprov DKI Jakarta ” tandas Gubernur DKI Jakarta itu.

Acara ini dilanjutkan dengan berbagai acara tambahan, mulai dari pemberian berbagai cendra mata sampai dengan pembacaan puisi oleh seorang siswi.

Tampak banyak yang meneteskan air mata saat siswi membacakan puisi yang liriknya menceritkan begitu sedihnya tidak memiliki seorang ayah. Pigur Gubernur Anies yang dalam masa kepemimpinannya di DKI Jakarta banyak memperhatikan rakyat miskin dan anak yatim piatu dirasakan menjadi sosok yang bisa menggantikan peran seorang ayah yang karena berakhir masa bhaktinya harus meninggalkan peran Sang Ayah buat Jakarta. (Desy/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.