753 views

Anggota DPRD Tangkap Basah Mafia BBM  Bersubsidi Dengan Truck Modifikasi Berisi 4000 Liter, Sempat Terjadi Kejar-Kejaran

LIPUTANHUKUM.COM: Bak film action, telah terjadi kejar-kejaran sejauh kurang lebih 40 KM antara salah seorang Anggota DPRD dengan terduga Geng Mafia BBM bersubsidi yang telah mengisi Trucknya di salah satu SPBU sebanyak 4000 liter. Terakhir diketahui bahwa Truck tersebut telah dimodifikasi sehingga bisa mengisi solar sebanyak itu.

Berawal dari informasi masyarakat, akhirnya Anggota DPRD Jember bernama David Handoko Seto melakukan investigasi di salah satu SPBU yang terletak di Jalan Teuku Umar Kecamatan Sumbersari Jember Jawa Timur. Hasilnya, David melihat salah satu Truck yang sedang mengisi BBM Solar hingga 4000 liter.

Setelah melihat Truck yang mengisi BBM Solar tersebut, David memutuskan untuk mengikutinya kemana Solar itu akan dibawa.

Setelah mengikutinya sejauh 40 KM dalam kurun waktu 48 menit, dalam pengejaran tersebut, menurut David,  beberapa kali dipepet oleh Sang Supir Truck hingga hampir mengalami kecelakaan. “ Si Sopir ini kemungkinan atas perintah juragannya berani memepet mobil saya sampai terakhir di daerah Ambulu saya hampir saja masuk ke sungai setelah dipepet dan mobil saya tertancap di pagar jembatan ” ujar David menceritakan peristiwa itu (14/03/2026).

Tidak hanya itu, David juga menyebut sopir truk sempat menabrak mobilnya saat ia mencoba melakukan penghadangan di kawasan Pasar Ambulu.

Situasi semakin memanas ketika di sekitar Jembatan Pontang, Ambulu, ia mengaku mendapat serangan dari sekelompok pemuda yang diduga berkaitan dengan pengangkut BBM ilegal tersebut.

Kasus ini akhirnya dilaporkan Sekretaris Komisi C DPRD Jember ini kepada Polres Jember pada Sabtu (14/03/2026).

Menurut David, ” ada dua hal yang dilaporkannya kepada pihak kepolisian dalam hal ini ke Polres Jember. Yang pertama, tentang temuan kami tadi malam ketika kami menangkap basah pembelian BBM bersubsidi yang ilegal oleh oknum-oknum yang bekerja sama dengan oknum mafia BBM bersubsidi dan juga oknum pengawas SPBU. Yang kedua, tentang ancaman keselamatan jiwanya ”  ujar David di Mapolres Jember (Sabtu, 14/03/2026).

Tanggapan Pihak Kepolisian

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Kapolres Jember Komisaris Ferry Dharmawan, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan segera melakukan langkah penyelidikan. “ Terkait dugaan penyelundupan BBM ilegal yang ditemukan, kami dari Polres Jember langsung berkoordinasi dengan beliau dan para saksi. Kami akan tindak tegas siapa pun yang berada di balik itu ” ujar Wakapolres Jember itu (Sabtu, 14/03/2026).

Menurut Ferry, penyalahgunaan atau penimbunan BBM bersubsidi merupakan pelanggaran serius karena dapat berdampak pada kelangkaan bahan bakar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas dugaan praktik mafia BBM yang terjadi di wilayah tersebut.

Selain melakukan penyelidikan, Polres Jember juga akan memperkuat pengawasan distribusi BBM dengan menggandeng sejumlah pihak terkait. “ Kami akan bekerja sama dengan Hiswana Migas dan juga Pertamina serta pengelola SPBU supaya tidak ada lagi oknum yang bermain ” tandasnya. (Bambang NH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.