1,754 views

Jadi Sorotan Media Internasional, Presiden RI Prabowo Pidato Pada Urutan Ketiga Di PBB Setelah Presiden Brazil dan Presiden AS

LIPUTANHUKUM.COM: Media Internasional ramai menyoroti pidato Presiden RI Prabowo Subianto yang mendapat giliran pidato urutan ketiga setelah Brazil dan Amerika Serikat (AS) pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Newyork Amerika Serikat pada hari ini Selasa (23/09/2025) pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 20.00 WIB.

Merujuk rundown acara, Prabowo akan menyampaikan pidato di posisi ke-3, persis setelah Presiden AS Donald Trump. Dalam unggahan Sekretaris Kabinet, yang melansir laman UN, setidaknya ada 16 pemimpin negara yang akan berpidato dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di urutan pertama dan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev terakhir. ” Sidang Majelis Umum tahun ini menjadi momentum penting bagi Indonesia ” tulis Sekretariat Kabinet, dikutip Selasa (23/09/2025).

” Selain kembali tampil di level tertinggi forum PBB, Indonesia juga akan menegaskan perannya sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan agenda reformasi tata kelola dunia agar lebih adil dan inklusif ” tambah sekretaris kabinet.

Sementara itu, sebelumnya Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat mengatakan kehadiran Prabowo menjadi momen penting bagi diplomasi Indonesia di forum internasional yang berlangsung pada 9 hingga 30 September 2025 tersebut. ” Alhamdulillah beliau akan diberikan kesempatan sebagai pembicara ketiga. Berdasarkan hasil undian, sebetulnya beliau ini menjadi pembicara pertama, karena secara tradisi Brasil dan AS selalu menjadi pembicara awal sejak PBB berdiri ” ujar Tri dalam press briefing di Jakarta Pusat, pekan lalu.

Tri menjelaskan setiap kepala negara mendapat waktu 15 menit untuk berpidato. ” Jika sudah memasuki menit ke-12, lampu penandanya akan menjadi kuning lalu merah setelah lewat menit ke-15. Itu adalah alokasi waktu yang diberikan ” pungkasnya.

Adapun sejumlah isu strategis diperkirakan akan disampaikan Prabowo dalam pidatonya. Antara lain dinamika global saat ini, termasuk serangan di Qatar yang belum lama terjadi, serta isu Palestina.

Selain itu, Prabowo juga akan menyinggung perlunya reformasi sistem multilateral, mendorong peran lebih besar bagi negara-negara Global South, serta mengedepankan semangat Bandung. ” Berbicara di Sidang Majelis Umum PBB menjadi kesempatan yang baik untuk mendorong program-program dan isi asta cita Bapak Presiden Prabowo ” tambahnya.

Tri menuturkan delegasi Indonesia juga akan mengikuti berbagai pertemuan tematik di sela sidang, mulai dari perubahan iklim, isu kemanusiaan, kesehatan mental, penghapusan senjata nuklir, pemberdayaan perempuan, hingga isu Palestina.

Posisi Presiden RI yang menyampaikan pidatonya pada urutan ketiga setelah Presiden Brazil dan Presiden AS, menjadi topik hangat di berbagai media internasional hari ini. 

Momentum ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia di kancah politik internasional stelah 10 tahun (Zaman Rezim Jokowi) tidak pernah dihadiri langsung oleh Presiden RI di Sidang KTT PBB. (Dessy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.