LUPUTANHUKUM.COM: Hari demi hari situasi aksi demo protes tunjangan anggota DPR semakin memanas, meluas dan massif. Beberapa hari terakhir beberapa daerah sudah melakukan aksi di gedung DPRD masing-masing. Setelah Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, bahkan sudah sampai ke kantor DPRD tingkat Kabupaten dan Kota di berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu pemantik semakin memanas, meluas, dan massifnya aksi demo ini adalah ucapan anggota DPR RI Ahmad Sahroni dari Partai Nasdem, Uya Kuya dan Eko Patrio dari Partai Amanat Nasional (PAN). Dimana tanggapan ketiga senator ini dianggap telah merendahkan perjuangan peserta demo.
Selain itu, kejadian meninggalnya pengemudi Ojek Online (Ojol) Affan Kurniawan yang tewas usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Ribuan Pengemudi Ojol turun ke jalan menyatakan rasa simpatiknya terhadap almarhum Affan. Bahkan, saat mengantar jenazah Affan ke tempat terakhirnya puluhan ribu rekan-rekan seprofesinya turut mengantar dan mengawalnya.
Simpati datang dari berbagai daerah terhadap kejadian ini. Akibatnya, demo besar-besaran semakin meluas dan massif hampir di seluruh penjuru tanah air.
Akibatnya, sejumlah fasilitas umum rusak. Bahkan banyak kenderaan dan harta benda yang dirusak dan dibakar. Di Jakarta misalnya, Halte Transjakarta, Kantor Gegana Kwitang, hingga Mapolres Jakarta Timur dibakar massa.
Kobaran api dengan cepat membakar Halte Senen yang berada di Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat, Jumat malam, dan melumat habis seluruh bangunan halte hingga menyisakan kerangka bangunan. Para pengunjuk rasa juga memblokade Jalan Gatot Subroto depan Gedung DPR RI.
Begitu juga Markas Gegana Brimob yang berada di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat pada Jumat malam (29/08/2025) juga terbakar. Selain bangunan, tiga bus yang berada di markas tersebut juga dibakar oknum massa. Arus lalu lintas di sekitar lokasi lumpuh dan tidak bisa dilalui.
Diduga kuat bahwa markas Gegana ini dibakar oknum yang sebelumnya terlibat bentrok dengan petugas yang terjadi di Jalan Kwitang.
Demikian pula, nasib yang sama dialami Markas Polres Metro Jakarta Timur diserang dan dirusak oknum massa pada Jumat Malam (29/08/2025).
Menurut pantauan dan saksi di lapangan, tidak hanya menyerang dengan menggunakan petasan, sejumlah kendaraan roda empat yang berada di depan gerbang Polres Jakarta Timur juga ikut dibakar. Sejumlah barier plastik juga turut dibakar massa. Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas di depan Polres Metro Jakarta Timur tidak bisa dilalui karena banyaknya massa.
Petugas TNI yang berada di lokasi berusaha menenangkan warga agar keadaan menjadi kondusif. (DS)
