409 views

Istana Minta Maaf Atas Meninggalnya Ojol Ditengah Aksi Demo, 7 Oknum Polisi Diperiksa

LIPUTANHUKUM.COM: Sopir ojek online Affan Kurniawan tewas usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Affan tewas dilindas rantis Brimob di Jakarta pada Kamis (28/08/2025). Peristiwa itu buntut demo ricuh yang terjadi di Gedung DPR/MPR sejak sore hari. Selain Affan, ada satu sopir ojol yang juga terlindas rantis Brimob. Namun, nyawa sopir ojol itu masih tertolong dan kini tengah menjalani perawatan di RS Pelni.

Munculnya kemarahan dan keprihatinan yang meluas setelah kendaraan taktis milik Brimob melindas seorang pengemudi ojek online hingga tewas di tengah kerumunan massa aksi Kamis (28/08/2025) malam. Insiden ini terjadi setelah massa mengambil alih aksi protes buruh di Gedung DPR. Istana Kepresidenan dan para pejabat kepolisian meminta maaf.

Insiden ini menimbulkan kemarahan publik dan muncul tuntutan di media sosial agar pucuk pimpinan kepolisian agar bertanggungjawab. Muncul pula seruan supaya kasus ini diselidiki hingga tuntas. Mulai ada ajakan untuk menggelar unjuk rasa memprotes tindakan berlebihan aparat polisi.

Disebutkan bahwa Affan adalah “tulang punggung keluarga”. Bersama tujuh anggota keluarganya, dia tinggal di rumah kontrakan 3×11 meter di salah satu gang di Menteng, Jakarta Pusat. Jenazah Affan disemayamkan di reruntuhan rumah kosong di dekat kontrakan keluarganya. Affan tinggal di sebuah rumah kontrakan dua kamar di Menteng, Jakarta Pusat. Mereka membayar sewa Rp1,2 juta per bulan. Satu kamar dipakai Affan dan abangnya, satu kamar lain untuk orang tuanya.

Ibu Affan, Herlina, menangis di sisi jenazah anaknya. Saat politikus Anies Baswedan tiba untuk melayat, Herlina tiba-tiba menjerit histeris. “Anak saya sudah tidak ada pak,” katanya berulang-ulang sambil menangis. Affan adalah anak yang baik dan pekerja keras, kata nenek Affan, Muuzizah. “Dia kerja dan bisa menyimpan uang sedikit-sedikit,” kata Muuzizah. Dia terakhir kali bertemu Affan saat pria itu mengantarkan beras ke rumahnya di Jatipulo.

Sekitar pukul 08.15 WIB, jenazah Affan sudah disemayamkan di depan rumah kontrakannya. Rencananya sekitar pukul 09.30 WIB akan dimakamkan di pemakaman Karet Bivak.

Pada Kamis (28/08/2025) malam, Istana Kepresidenan langsung bereaksi. Istana Kepresidenan, melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, meminta maaf atas insiden tersebut. “Kami memohon maaf atas kejadian apa pun yang sudah pasti tidak kita inginkan,” kata Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/08/2025) malam.

Prasetyo mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi dengan banyak pihak untuk memastikan situasi kondusif. Dia menyayangkan kejadian tersebut. “Kami secara khusus meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap sabar dan melakukan tindakan pengamanan dengan penuh kehati-hatian,” katanya. Dia juga meminta aparat untuk menahan diri.

Secara terpisah, Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga. Adapun pelaku penabrakan telah diserahkan kepada Divisi Propam, ujarnya dalam konferensi pers di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Abdul Karim, mengucapkan turut berduka cita. Dia juga menyatakan akan melakukan penindakan dan proses seadil-adilnya. Menurut Irjen Abdul Karim, pelaku berjumlah tujuh orang yang berada di dalam satu kendaraan taktis Brimob. Mereka diperiksa di Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat.
“Pelaku kita sudah amankan. Saat ini dalam proses pemeriksaan yang dilakukan tim gabungan Propam Mabes Polri dan Propam Korps Brimob Polri mengingat pelaku berasal dari kesatuan Brimob Polda Metro Jaya,” kata Irjen Abdul Karim.

Dia menambahkan, ketujuh pelaku adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J. “Masih kita dalami perannya, siapa yang menyetir, masih kita dalami. Yang jelas ketujuh orang ini berada dalam satu kendaraan,” kata Irjen Abdul Karim.

Hingga Kamis (28/08/2025) malam, ratusan orang beratribut ojek online mendatangi Markas Komando Brimob di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. (Dessy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.