2,338 views

Mengapa Kemiskinan Untuk Warga Kelas Menengah Ke Bawah Di Indonesia Terus Meningkat ?

Versi mana pun itu, baik Versi Word Bank maupun Versi BPS, diduga kuat penyebab utama meningkatnya kemiskinan salah satunya adalah akibat tingginya praktek korupsi di Indonesia

DAFTAR Mega Korupsi Di Indonesia Yang Sudah Terbongkar 

LIPUTANHUKUM.COM: Berdasarkan laporan Macro Poverty Outlook edisi April 2025 dari Bank Dunia (Word Bank), tingkat kemiskinan di Indonesia meningkat menjadi 60,3% dari total populasi pada tahun 2024, atau sekitar 171,9 juta jiwa. Peningkatan ini terjadi setelah Bank Dunia mengubah standar garis kemiskinan global dan mengadopsi perhitungan Purchasing Power Parity (PPP) 2021.

Perubahan Standar

Bank Dunia mengubah metode perhitungan kemiskinan global dengan mengadopsi standar PPP 2021, yang menggantikan standar PPP 2017 yang digunakan sebelumnya.

Peningkatan Angka

Akibat perubahan standar ini, angka kemiskinan Indonesia meningkat menjadi 60,3% atau sekitar 171,9 juta jiwa pada tahun 2024, dibandingkan dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan angka 60,3% atau sekitar 171,8 juta jiwa.

Garis Kemiskinan

Bank Dunia  mengklasifikasikan Indonesia sebagai negara dengan pendapatan menengah ke atas, sehingga menggunakan garis kemiskinan untuk kategori tersebut, yaitu pengeluaran sebesar US$6,85 per kapita per hari.

Implikasi

Peningkatan angka kemiskinan ini menunjukkan bahwa meskipun ada pertumbuhan ekonomi, manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di kelas menengah ke bawah.

Perbandingan dengan BPS

Perlu dicatat bahwa perhitungan Bank Dunia berbeda dengan metode yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang menggunakan pendekatan Cost of Basic Needs (CBN). Versi BPS, menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (Cost of Basic Needs/CBN), BPS mencatat angka kemiskinan yang lebih rendah, yaitu sekitar 9,03% pada September 2024, atau sekitar 24,06 juta jiwa. 

BPS menggunakan garis kemiskinan yang ditentukan berdasarkan pengeluaran minimal untuk memenuhi kebutuhan pangan dan non-pangan. 

Perbedaan angka ini disebabkan oleh perbedaan metode pengukuran dan garis kemiskinan yang digunakan oleh kedua lembaga tersebut.

Apa penyebab utama meningkatnya Garis Kemiskinan Pada Warga Kelas Menengah ke Bawah ?

Versi mana pun itu, baik Versi Word Bank maupun Versi BPS, diduga kuat salah satu penyebab utama meningkatnya kemiskinan adalah akibat tingginya praktek korupsi di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Dir Investigasi NGO-Indonesia Law Enforcement (ILE) Bagus Taradipa SH. ” Coba ente bayangkan, kalau hasil korupsi yang ribuan triliunan yang merupakan uang negara (uang rakyat) itu tidak dikorupsi, jelas itu sudah sangat membantu ekonomi rakyat. Khususnya warga menengah ke bawah yang jumlahnya mayoritas di Indonesia ” pungkas Bagus (Rabu, 23/07/2025).

Menurut Bagus, kelas menengah ke atas termasuk di dalamnya Para Pejabat Koruptor, mendominasi penghasilan disatu sisi, dan memiskinkan kelas menengah ke bawah disisi lain, akibat praktek korupsi yang luar biasa. Bagaimana tidak, penyaluran Uang Negara yang harusnya dinikmati mayoritas warga negara (kelas menengah ke bawah) dikeruk habis oleh Para Koruptor sehingga posisi mereka secara penghasilan bertengger di kelas menengah ke atas.

” Perlu dicatat ya, Koruptor itu selalu melibatkan Pejabat dan Swasta. Koruptor besar selalu melibatkan Swasta Kaya dan Pejabat Tinggi. Artinya, hasil korupsi itu otomatis menjadikan yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin ” tutup Bagus. (Dewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.