1,787 views

Keluhan Warga Tentang Keberadaan PKS Berondolan PT LBS Padang Mahondang Terutama Dampak Lingkungannya

LABURA-LH: Warga Masyarakat sekitar Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang mengelola buah berondolan milik PT Labura Berkah Sejahtera (LBS) yang berada di Dusun Padang Mahondang Desa Silumajang Kecamatan Na:IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) banyak mengeluh tentang imbas negatif dari keberadaan pabrik tersebut.

Keluhan para warga ini terungkap dari hasil investigasi dari Pimpinan Anak Cabang Barisan Relawan Nusantara Raya (PAC-BRNR) Kecamatan NA:IX-X Kabupaten Labura dan LMR-RI KOMDA Labura.

Menurut ketua PAC-BRNR Na:IX-X Pardamean Siregar, paling tidak ada 3 keluhan masyarakat setempat yang terus menjadi topik pembicaraan yakni pencemaran air sungai, over kapasitas Truk Tronton dan trinton, dan bahwa PT LBS tidak lagi menerima brondolan pengusaha dan atau masyarakat setempat.

Oleh karena itu, lanjut Pardamean Siregar, warga menilai bahwa keberadaan pabrik (PKS) tersebut tidak banyak memberikan manfaat lagi khususnya bagi warga masyarakat sekitar, bahkan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial.

Masih menurut Ketua PAC-BRNR itu, bahwa salah satu keluhan utama adalah pencemaran lingkungan limbah cair dan padat dari pabrik berondolan PT LBS itu.

Diduga kuat, kata Pardamean Siregar, bahwa sudah berulang kali pabrik tersebut mencemari sungai, mulai Dusun Padang Mahondang hingga dusun-dusun (warga masyarakat) yang dilalui Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Merah. Bahkan, lanjutnya, juga pernah merugikan kolam ternak ikan masyarakat yang diduga terkena racun dari pabrik tersebut.

“ Dulu sungai kami jernih, banyak warga Kelurahan Aek Kota Batu yang memanfaatkan air dari Sungai Aek Merah, baik anak pesantren, orang tua di parsulukan dan lainnya, tapi sekarang ini masyarakat yang mau mandi ke sungai Aek Merah penuh dengan rasa takut, harus tengok sana tengok sini dulu, ini semua diduga akibat dari pencemaran limbah PT LBS ” pungkas Pardamean Siregar (Minggu, 16/03/2025).

Temuan PAC-BRNR NA:IX-X selanjutnya, ujar Pardamean, adalah  minimnya kontribusi PT LBS terhadap perekonomian lokal. “ Sudah ada 3 bulan ini berondolan dari pengusaha lokal tidak diterima lagi oleh PT LBS. Informasinya, berondolan yang diterima adalah berondolan dari daerah luar bahkan ada yang diduga dari Provinsi Riau yang diangkut dengan truk tronton dan trinton dengan kapasitas muatan 30 ton bahkan lebih ” tandas Pardamean kesal.

Oleh karena itu, tambah Pardamean, ” Masyarakat hanya kebagian dampak negatifnya saja, jalan lintas di sepanjang jalan kelurahan Aek Kota Batu menuju Dusun Padang Mahondang-Desa Silumajang terancam rusak akibat dilalui truk over kapasitas yang mengangkut berondolan ke PT LBS ” ujar Pardamean mengeluhkan kondisi yang terjadi.

Sejalan dengan Pardamean Siregar, Pengurus LMR-RI KOMDA Labura Rijal Munthe, menambahkan ” Truk Tronton dan Truk Trinton dengan muatan over kapasitas diduga mengangkut berondolan Restan, sehingga berdampak di sepanjang jalan yang dilalui truk tersebut banyak menetes cairan kuning seperti CPO yang berakibat jalan lintas pun jadi licin. Saya khawatir akan mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna jalan dan pengendara sepeda motor ” tungkasnya (Minggu, 16/03/2025).

Dari gambaran situasi yang disampaikan oleh pengurus organisasi ini (BRNR dan LMR-RI) sebagai penyambung aspirasi warga masyarakat, disinyalir bahwa keberadaan pabrik berondolan PT LBS ini telah menimbulkan dampak negatif baik sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesehatan terhadap warga masyarakat sekitar. (Slmn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.