1,225 views

Rencana Demo “Jokowi End Game” Hari Ini Sejumlah Orang Diamankan Polisi, dan Apa Kata Menkopolhukam ?

JAKARTA-LH: Untuk mengantisipasi adanya rencana Demo bertajuk “Jokowi End Game” yang akan berlangsung hari ini, Pihak Kepolisian telah menutup sejumlah ruas jalan di Ibukota Jakarta. Selain itu, Pihak Keamanan juga telah mengarahkan 3.385 Personel Gabungan untuk mengantisipasi keamanan. Bahkan, sejumlah pemuda telah diamankan oleh Pihak Kepolisian. Penangkapan terhadap sejumlah Pemuda ini dibenarkan oleh Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Pol Marsudianto. ” Ada beberapa orang (yang ditangkap), masih didalami reserse itu perannya apa “ pungkas Marsudianto (Sabtu, 24/07/2021).

Seruan Aksi untuk menolak PPKM Darurat sempat beredar disejumlah Media Sosial. Aksi massa tersebut rencananya dilakukan pada hari ini  24 Juli 2021 dengan melakukan long march dari Glodok ke Istana Negara.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, sempat melarang masyarakat untuk turun menggelar demo Jokowi End Game demi menghindari klaster penularan Covid-19. Menurut Yusri, bahwa sampai saat ini pihaknya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait rencana demo Jokowi End Game. ” Belum ada. Tidak ada sampai sekarang ” tandas Yusri (23/072021).

Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menghimbau elemen masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya ke Polda Metro Jaya. ” Silakan kalau mau menyampaikan pendapat, datang ke Polda Metro, akan kita terima. Secara bijak untuk kita bisa hindari kerumunan supaya jangan jadi klaster lagi. Bagaimana kita bisa relaksasi kalau kegiatan kerumunan lagi. Kasihan rumah sakit-kuburan udah penuh ” tungkas Yusri.

” Kami mengimbau tolong temen-temen, saudara-saudara kami yang mau melakukan kegiatan kerumunan, itu menyampaikan pendapat sampaikan dengan bijak, silakan datang perwakilan atau kita selesaikan dengan bijak juga ” ujar Yusri.

Menurut pantauan LH (liputanhukum.com) di lapangan, sampai berita ini ditayangkan tidak ada aksi demo. Tampak jalan normal dan situasi kondusif dan terkendali.

Sementara itu, menanggapi adanya seruan demo bertajuk ‘Jokowi End Game’ hari ini, Menkopolhukam MAHFUD MD mensinyalir adanya ‘kelompok tidak murni’ yang selalu memprovokasi dan menyerang pemerintah. ” Ada kelompok murni dan ada kelompok tidak murni yang masalahnya itu hanya ingin menentang saja, memanfaatkan situasi ” tandas Mahfud MD lewat Konferensi Pers terkait situasi politik dan keamanan yang disiarkan Channel YouTube Kemenko Polhukam RI hari ini (Sabtu, 24/07/2021).

Menurut Mahfud MD, Kelompok Murni menyerukan aspirasi karena mereka terdampak kebijakan pandemi COVID-19. Namun kelompok tidak murni menyerukan provokasi untuk menyerang pemerintah. ” Apapun yang diputuskan pemerintah itu diserang. Ada yang seperti itu. Kita harus hati-hati karena kelompok yang seperti ini kelompok yang tidak murni, selalu provokasi dan menyatakan kebijakan pemerintah selalu salah ” tungkas Mahfud.

Masih melalui Siaran Pers tersebut, Mahfud menegaskan Pemerintah terbuka terhadap aspirasi masyarakat selama disalurkan lewat jalur yang sesuai dengan Prokes Covid-19. ” Seperti misalnya melalui virtual meeting, webinar, dialog-dialog di televisi, happening art yang menjaga protokol kesehatan, melalui media sosial, dan sebagainya ” tegas Menkopolhukam itu. (Fahdi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.