1.216 views

Kronologis Perkenalanan Penyidik KPK Stepanus Robin Dengan Walikota Tanjungbalai M Syahrial

JAKARTA-LH: Perkenalan antara Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju dengan Walikota Tanjungbali Sumatera Utara M Syahrial berawal ketika keduanya diperkenalkan oleh Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin (AZ) di Rumah Dinas DPR RI di kawasan Jakarta Selatan pada Oktober 2020 yang lalu. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri pada saat Konferensi Pers di Gedung Merah Putih saat mengumumkan Status Tersangka sekaligus Penahanan Stepanus Robin Pattuju (SRP) sebagai Penyidik KPK yang diduga menerima suap, Walikota Tanjungbali M Syahrial (MS) yang diduga pemberi suap, dan Seorang Oknum Pengacara Maskur Husain (MH). ” Dalam pertemuan tersebut, AZ memperkenalkan SRP dengan MS karena diduga MS memiliki permasalahan terkait Penyelidikan Dugaan Korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK ” pungkas Ketua KPK Firli Bahuri pada Konferensi Pers yang ditayangkan secara Live baik melalui Akun Facebook KPK maupun melalui Channel YouTube (Kamis, 22/04/2021-Red).

Adapun maksud dan tujuan pertemuan itu, lanjut Firli, agar kasus yang sedang dialami Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial tidak naik ke Tahap Penyidikan. M Syahrial, lanjut Firli, meminta agar Robin panggilan akrab Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) dapat membantu supaya permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Setelah pertemuan itu, penyidik KPK Robin mengenalkan M Syahrial kepada pengacara bernama MH (Maskur Husain) untuk membantu menyelesaikan masalahnya dengan membuat komitmen. ” SRP bersama MH sepakat untuk membuat komitmen dengan MS terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 Miliar ” jelas Firli.

Selanjutnya, papar Firli, atas kesepakatan itu M Syahrial, setuju dan mentransfer uang sebanyak 59 kali melalui Rekening atas nama Riefka Amalia yang merupakan teman Stepanus Robin. Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial juga memberikan uang secara tunai kepada Robin hingga Total Rp 1,3 Miliar.

Selain menghadapi Kasus Pidana yang menimpa dirinya, Penyidik KPK yang tergolong Cerdas bahkan hasil Tes Kompetensinya diatas rata-rata itu, juga dilaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK atas dugaan pelanggaran Kode Etiksesuai Pasal 37B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 Tentang KPK. AKP Stepanus Robin Pattuju lolos seleksi menjadi Penyidik KPK pada tahun 2019 dengan hasil uji kompetensi 111,41 Persen. Artinya, diatas rata-rata kompetensi yang umumnya hanya 91.89 Persen. ” Saudara SRP masuk KPK tanggal 1 April 2019. Hasil tesnya menunjukkan potensi di atas rata-rata, diatas 100 Persen yaitu di angka 111,41 Persen. Hasil tes kompetensi diatas 91,89 Persen. Artinya, secara persyaratan mekanisme rekrutmen tidak masalah “ tungkas Ketua KPK Firli Bahuri dalam Konferensi Per situ.

Terkait ditetapkannya sebagai Tersangka Penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju dengan dugaan Tindak Pidana Korupsi berupa penerimaan dan atau pemberian hadiah ataupun janji yang dilakukan oleh Penyelenggara Negara atau Penegak Hukum, berbagai spekulasi dan pendapat terus berkembang. Salah satu pendapat datang dari Peneliti LSM Indonesia Coruption Whats (ICW) Kurnia Ramadhana melalui pesan tertulisnya sebagaimana dilansir CNN Indonesia (23/04/2021-Red). ” ICW meyakini Penyidik Robin tidak bertindak sendiri ” ujar Kurnia Ramadhana.

Oleh karena itu, Peneliti ICW itu pun meminta KPK untuk segera mengusut pemberian hadiah yang diterima Tersangka Stepanus Robin sepanjang Oktober 2020 hingga April 2021. ” Maksud pengusutan tersebut adalah guna mencari informasi, apakah praktik lancung ini baru pertama terjadi atau sebelumnya sudah sering dilakukan oleh Tersangka ? ” kata Kurnia dengan nada tanya. (RZ/Red)

One thought on “Kronologis Perkenalanan Penyidik KPK Stepanus Robin Dengan Walikota Tanjungbalai M Syahrial

  1. Karna sangkin pintarnya beliau itu,dia pikir dia tdk akan ketangkap untuk melalukan memeras seorang pejabat teras di tanjung balai,bila dia lolos melakukan hal tersebut maka semakin banyaknyalah yang korban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *