321 views

Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka Memperingati HUT Ke-78 Musirawas Dihadiri Gubernur Herman Deru

MUSIRAWAS-LH: Untuk pertama kali sebagai Bupati Musirawas Hj Ratna Machmud menyampaikan pidato nya di Rapat Paripurna Istimewa Dalam rangka Peringati Hari jadi ke-78 Kapupaten Musirawas, yang jatuh hari ini Selasa (20/04/2021).

Momentum Ulang Tahun Kabupaten Musirawas yang ke 78 berlangsung di Ruang Paripurna DPRD bertepatan dengan Tahun Pertama Periode Kepimpinan Hj Ratna Machmud dengan Hj Suwarti.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Ketua TP. PKK Sumsel Hj. Febrina Mustika menghadiri secara langsung Rapat Paripurna Istimewa tersebut, juga dihadiri oleh Bupati dan Walikota Se-Sumatera Selatan, Forkominda Kabupaten Musi Rawas, OPD, Cama se – Musi Rawas serta tamu undangan.

Rangkaian acara paripurna istimewa diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an yang dibacakan oleh Qori internasional terbaik kabupaten Musi Rawas.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia HD hadir langsung dalam sidang Paripurna Istimewa DPRD Musi Rawas.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang dibacakan Qori internasional Musi Rawas, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembukaan sidang paripurna istimewa yang dipimpin Azandri, S.Ip selaku Ketua DPRD Mura.

Ketua DPRD Kab. Mura, Azandri mengucapkan terimaksih atas kehadiran Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang telah hadir, kemudian secara singkat memaparkan kembali secara singkat sejarah lahirnya Kabupaten Musi Rawas.

Azandri juga menyebut pada HUT Mura kali ini sangat istimewa di tengah situasi kebiasaan baru yang juga diharapkan akan menjadi momentum intropeksi untuk pelaksaanann pembangunan di Musirawas dimasa mendatang. ” Harapan kita semua di tahun 2021 ini pembangunan di daerah ini akan lebih mantap sesuai dengan visi misi Musi Rawas mantab,” tegasnya.
Semetara itu Bupati Mura, Hj. Ratna Machmud dalam sambutannya menegaskan, Kabupaten Mura ke 78 memberi kesan sangat berarti yang bertepatan dengan tahun pertama dirinya bersama Wabup Hj. Suawarti memimpin Mura dan mewujudkan Mura Mantab (Maju, Mandiri dan Bermartabat) “ pungkasnya.

Disela-sela pidatonya Hj Ratna Machmud, juga menayangkan Video Prifile perkembangan pembangunan Kabupaten Mura hingga usia 78 Tahun dan yang akan dibangun dimasa mendatang. Diantaranya menonjolkan keberhasilan pembangunan destinasi pariwisata, berhasil mewujdukan pembangunan Mura religius, penerapan pemerintahan cepat dan tepat berbasis teknologi informasi.

Dia juga memprogramkan Satu Mobil Ambulan setiap Desa. Infrastruktur jalan mulus juga menjadi target pasangan Hj. Ratna Machmud dan Hj Suwarti dimasa kepemimpinan keduanya lima tahun ke depan. ” Bapak Gubernur kita patut berbangga daerah ini telah banyak mencapai prestasinya. Namun IPM menunjukan penurunan di tahun 2020, demikian juga denhan angka kemiskinan meningkat di tahun 2020. Selain itu permasalahan kesehatan jadi masalah penting untuk dituntaskan “ tungkas Bupati Mura itu.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut pihaknya telah menyusun program prioritas diantaranya melalui program sekolah grtatis, program kesehatan gratis, peningkatan SDM melalui program beasiswa bagi siswa berprestasu. Selain itu peningkatan infrastuktur dasar, peningkatan sektor pertanian dan penerapab layanan berbasis teknologi. ” Semua ini mustahil akan dapat kami capai tanpa ada sokongan dan dukungan dari pak Gubernur ” harapnya.

Gubernur Herman Deru dalam arahannya menyebut lahirnya Kabupaten Mura di Tahun 1943. Saat ini usia 78 tahun menandakan daerah itu usianya sudah mapan. Namun harus berpacu kembali membangun infratruktur karena aset asetnya secara sukarela diberikan pada Kota Lubuk Linggau yang dilahirkannya. ” Tahun ini kita akan bantu daerah ini membangun Rumah Sakit Umum Daerah yang lokasinya benar-benar di daerahnya. Selain itu juga akan kita bangun pasar komodintas yang tanahnya milik pemprov yang proses hibahnya akan kita lakukan dalam waktu dekat ” ujar Gubernur Sumsel itu.

Sosok Bupati-Wabup Kab. Mura yang merupakan satu-satunya pasangan Srikandi di Sumsel, lanjut Herman Deru juga patut jadi catatan sejarah dimana semangat dan kekompakan keduanya patut didukung oleh semua pihak utamanya unsur legislatif sebagai mitra bagi eksekutif dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Kabupaten Mura. ” Musi Rawas daerah yang paling banyak ketempatan transmigrasi yang akses jalan-jalannya tidak ada status. Jika jalan rusak warga akan bertanya dengan bupati atau DPRD. Ini tangung jawab yang tidak bisa dilepas jika dikaitan dengan Misi dan Misi butuh butuh tekad lebih dalam percepatan pemebangunan ” ucap HD. (Awang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.