632 views

Ustaz Maaher At-Thuwailibi Menghembuskan Nafas Terakhir Di Rutan Bareskrim

JAKARTA-LH: Tersangka Kasus Ujaran Kebencian (UU ITE) Ustaz Maaher At-Thuwailibi aias Soni Eranata menghembuskan nafas terakhirnya di Rutan Salemba Cabang Bareskrim Polri sekitar Pukul 19.00 WIB (Senin, 08/02/2021-Red). Selanjutnya, kurang lebih 1 Jam kemudian (Pukul 20.00 WIB), jenazah Almarhum dibawa ke RS Polri.

Perkara Ustadz Maher telah dilimpahkan ke Pihak Kejaksaan. Jadi, Yang bersangkutan meninggal dengan status Tahanan Kejaksaan yang dititipkan di Rutan Bareskrim Polri. Hal ini disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi sebagaimana dilansir detikcom. ” Dapat kami sampaikan bahwa tersangka atas nama Sori Eranata meninggal dunia. Yang bersangkutan saat ini berstatus tahanan Kejaksaan yang dititipkan di Rutan Bareskrim Polri ” kata Slamet Uliandi (08/02/2021-Red).

Kabar meninggalnya Ustadz Maher dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol. Rusdi Hartono. “ Benar, (meninggal) karena sakit ” pungkas Rusdi (senin Malam, 08/02/2021-Red).

Kuasa hukum Ustaz Maaher Djuju Purwantoro juga telah mengkonfirmasi tentang meninggalnya Kliennya itu. “ Iya betul, beliau meninggal sekitar Pukul 19.00 WIB di Rutan Mabes Polri ” ujar Djuju Purwantoro sebagaimana dilansir Antara (08/02/2021-Red).

Masih menurut Djuju, bahwa Pihak Keluarga Almarhum Ustadz Maher telah mengajukan permohonan kepada Penyidik agar Soni dirawat di RS UMMI, Bogor, Jawa Barat.“ Berkas 3 hari lalu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, hari Kamis saya sudah kirimkan surat agar yang bersangkutan kembali dirawat di RS UMMI Bogor atas permintaan keluarga ” tambah Djuju.

Dari keterangan kuasa hukum Ustaz Maaher, terungkap bahwa Pendakwah asal Medan Sumatera Utara itu sudah merasakan sakit sata ditahan, dan meminta dirujuk ke Rumah Sakit Ummi Bogor. Namun penyidik tak mengabulkannya.

Secara kronologis, Pada Awal Desember 2020, Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata ditangkap oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terkait dengan unggahan ujaran kebencian di akun media sosial Twitter @ustadzmaaher_. Soni ditangkap untuk menindaklanjuti adanya Laporan Polisi Bernomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim tertanggal 27 November 2020.

Dalam kasusnya, Soni Eranata diduga melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/ atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Fahdi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *