274 views

BERKAS KASUS PEMBOBOL BANK KELAS KAKAP MARIA PAULINE DILIMPAHKAN KE KEJATI DKI

JAKARTA-LH: Berkas Kasus Tersangka Pembobol Bank (BNI) ‘Kelas Kakap’ Maria Pauline Lumowa akhirnya dilimpahkan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Pada Hari ini (Jum’at, 06/11/2020-Red). ” Hari ini Pukul 08.30 telah Tahap 2, yang bersangkutan berikut barang bukti dilimpahkan ke Kejati DKI Jakarta ” pungkas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono (06/11/2020-Red).

Maria Pauline Lumowa merupakan Tersangka Pembobolan Kas BNI melalui Letter of Credit (L/C) Fiktif senilai Rp1,7 triliun periode Oktober 2002-Juli 2003. Maria Pauline mulai diperiksa Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Subdit III Bareskrim Mabes Polri sejak Selasa (21/07/2020-Red).

Setelah 17 Tahun Buron, akhirnya Pemerintah Indonesia berhasil meng-ekstradisi Maria Pauline dari Sebia dan tiba di Indonesia (Kamis, 09/07/2020-Red) serta langsung digelandang ke Bareskrim Mabes Polri. ” Dengan gembira Saya menyampaikan bahwa Kami telah secara resmi menyelesaikan Proses Handing Over atau Penyerahan Buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari pemerintah Serbia ” pungkas Menkumham Yasonna Laoly dalam Keterangan Pers-nya kepadaPara Awak Media pada waktu itu (Kamis, 09/07/2020-Red).

Adapun Modus Operandi yang dilakukan oleh Maria Paulina Cs untuk membobol Bank BNI saat itu adalah dengan mencairkan LC Fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 Juta USD dan 56 Juta Euro atau setara dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Modus yang dilakukan oleh PT Gramarindo Group diduga kuat mendapat bantuan dari ‘Orang Dalam’ karena BNI tetap menyetujui Jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan Bank Korespondensi Bank BNI. Kemudian, Pada Juni 2003 Pihak BNI yang curiga dengan Transaksi Keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan Penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor. Akhirnya, kasus ini dilaporkan BNI ke Bareskrim Mabes Polri (Tahun 2003).

Daftar Orang yang terseret dalam kasus ini adalah:
1. Adrian Waworuntu divonis Seumur Hidup
2. Dirut PT Gramarindo Mega Indonesia Ollah Abdullah Agam divonis 15 Tahun Penjara;
3. Dirut PT Pantipros Aprilla Widhata Divonis 15 Tahun Penjara;
4. Dirut PT Magnetik Usaha Indonesia Adrian Pandelaki Lumowa divonis 15 Tahun Penjara;
5. Dirut PT Bhinnekatama Titik Pristiwati divonis 8 Tahun Penjara;
6. Dirut PT Metranta Richard Kountol divonis 8 Tahun Penjara;
7. Kepala Divisi Internasional BNI Wayan Saputra divonis bebas oleh PNJakarta Selatan, namun oleh MA, Wayan divonis 5 Tahun Penjara;
8. Quality Assurance Divisi Kepatuhan Bank BNI Kantor Besar Aan Suryana juga divonis bebas oleh PN Jakarta Selatan, namun Oleh MA Wayan divonis 5 Tahun Penjara;
9. Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung divonis Satu Tahun Enam Bulan Penjara oleh PN Jakarta Selatan pada Oktober 2006;
10. Jaksa Urip Tri Gunawan divonis 20 Tahun Penjara.

(F.Rahadian/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *